Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
INVESTOR asing masih mencatatkan jual bersih Rp 516,22 miliar dan terpantau terus keluar dari pasar saham Indonesia. Berdasarkan data BEI hingga perdagangan Senin (27/4) kemarin, akumulasi jual bersih (net sell) investor asing mencapai Rp 18,06 miliar di seluruh pasar secara year to date.
Dari lima besar saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing sepekan terakhir, saham perbankan tergolong dominan. Analis Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama, menilai hal ini disebabkan berbagai faktor ketidakpastian global yang memicu kekhawatiran investor. Khususnya terkait kenaikan Non Performing Loan (NPL).
Baca juga: Bos BEI: Covid-19 Tidak Halangi Perusahaan Masuk Pasar Modal
"Biasanya alasan investor melepas saham bank terkait dengan kekhawatiran akan terjadinya kenaikan NPL akibat faktor perlambatan pertumbuhan ekonomi, yang disebabkan pandemi covid-19," ungkap Nafan saat dihubungi, Selasa (28/4).
Selain itu, Nafan berpendapat persoalan merger bank yang dilakukan Bank Banten dan Bank BJB, bukan menjadi salah faktor penyebab. Mengingat, masalah merger belum termasuk kategori big caps atau saham unggulan.
Baca juga: Sentimen Negatif Belum Reda, Saham BUMN Terkoreksi
"Kalau merger itu diperlukan dalam rangka meningkatkan aset dan efisiensi bisnis. Sekaligus untuk meningkatkan status bank ke depan. Secara bank tersebut masih dalam kategori buku 3," imbuh Nafan.
Secara keseluruhan, dia memandang pelepasan saham oleh investor asing mayoritas dipengaruhi faktor pandemi covid-19. Kemudian, ditambah dengan kekhawatiran resesi ekonomi global.
"Saat ini ada beberapa hal yang diperhatikan investor. Di antaranya besok malam akan ada data GDP AS triwulan I 2020 dengan proyeksi minus 3,9%. IKK AS juga diprediksi kontraksi ke angka 88,3 pada pengumuman malam ini," pungkasnya.(OL-11)
Industri startup Indonesia yang semakin kompetitif tidak selalu memberikan ruang bertahan bagi perusahaan teknologi finansial.
IHSG Kamis pagi (5/3/2026) dibuka menguat 118,29 poin ke level 7.695,35. Simak analisis teknikal, kurs Rupiah terbaru, dan rekomendasi saham pilihan di sini.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bukan karena sentimen domestik.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan Rabu 4 Maret 2026, dibuka melemah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak melemah terbatas pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026).
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (3/3) di tengah sikap pelaku pasar yang masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved