Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) kemarin merilis hasil survei konsumen pada Februari 2020 yang menunjukkan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi yang tetap positif.
Hal itu tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang masih berada pada level optimistis (di atas 100) yaitu sebesar 117,7. Meski demikian, optimisme di Februari itu tidak sekuat optimisme konsumen pada Januari 2020 dengan IKK sebesar 121,7.
“Tetap positifnya optimisme konsumen pada Februari 2020 ditopang oleh persepsi konsumen yang tetap baik terhadap kondisi ekonomi saat ini, termasuk ekspektasi kondisi ekonomi ke depan,” ungkap BI dilansir dari laman resminya, kemarin.
Lebih lanjut, BI menyatakan bahwa konsumen tetap memandang positif kondisi ekonomi saat ini, terutama terkait dengan kondisi penghasilan saat ini dan kemampuan untuk membeli barang yang tahan lama, meskipun optimismenya tidak sekuat bulan sebelumnya.
Di samping itu, konsumen juga dikatakan tetap berekspektasi positif terhadap kondisi ekonomi pada enam bulan yang akan datang, baik terkait dengan penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan kondisi kegiatan usaha.
“Hasil survei mengindikasikan pengeluaran konsumsi untuk tiga bulan mendatang (Mei 2020) diperkirakan meningkat. Hal ini tercermin dari indeks prakiraan konsumsi rumah tangga tiga bulan mendatang yang meningkat dari 162,6 pada bulan sebelumnya menjadi 165,5,” pungkas BI.
Peningkatan tersebut juga diketahui telah didorong oleh permintaan yang diperkirakan akan meningkat di saat memasuki bulan Ramadan dan perayaan Hari Raya Idulfitri.
Februari silam, saat merilis hasil survei konsumen Januari 2020, BI mengindikasikan optimisme konsumen tetap terjaga. Hal itu tercermin dari IKK yang tetap berada pada level optimistis (di atas 100) yakni 121,7, meski lebih rendah dibandingkan dengan Desember 2019 sebesar 126,4.
“Optimisme konsumen yang tetap terjaga tersebut terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran,” kata Departemen Komunikasi BI.
Dijelaskan, persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan yang tetap baik menopang optimisme konsumen tetap terjaga.
Menurut BI, konsumen memprakirakan tekanan kenaikan harga pada 12 bulan mendatang (Januari 2021) meningkat. (Des/E-2)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved