Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
INSTITUTE for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai ukuran yang ditetapkan oleh United State Trade Representative (USTR) terkait status Indonesia menjadi negara maju tidak tepat.
Direktur Riset INDEF Aviliani menerangkan, berdasarkan hitungan pendapatan nasional bruto (PNB) per kapita Indonesia masih di bawah standar yang ditetapkan Bank Dunia yaitu sebesar US$12.375.
Baca juga:Uang Pemanis Omnibus Tingkatkan Daya Beli
"Kita PNB-nya hanya US$3.840 di 2018 dan sebesar US$4.000 di 2019, masih jauh dari standar yang ditetapkan Bank Dunia," katanya di dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (27/2).
Selain itu, lanjutnya, tingkat kemiskinan Indonesia juga jauh masih tinggi dibandingkan dengan negara maju lainnya. Tingkat pengeluaran penduduk di bawah US$1,9 per hari masih tinggi sebesar 5,7% dari total penduduk di 2017, dan pengeluaran US$3,2 per hari sebesar 27,3%-nya.
"Di negara maju tingkat pengeluaran US$1,9 per hari rata-rata hanya sebesar 0,6%, dan pengeluaran US$3,2 per hari yanya 0,9% dari total penduduk," imbuhnya.
Baca juga:Anies-Emil Mangkir Rapat, Menteri PUPR: Anda Mau Lihat SMS Saya?
Ditetapkannya Indonesia sebagai negara maju hanya berdasarkan pada kontribusi perdagangan Indonesia terhadap dunia yakni di atas 0,5% dan keterlibatan Indonesia sebagai anggota G-20.
"Benar bahwa share ekspor Indonesia pada 2018 mencapai 0,9% terhadap total ekspor dunia, namun ini tidak cukup untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju karena tidak didukung oleh indikator lain seperti GNI per capita serta indikator kesejahteraan lainnya," jelasnya.
Meski memiliki kontribusi ekspor dunia mencapai 0,9%, lanjutnya peringkat Indonesia jauh di bawah Vietnam, Thailand, dan Malaysia yakni di posisi 29 dunia. Kontribusi ekspor Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) pun dinilai paling rendah di antara negara-negara G-20.
"Peranan ekspor indonesia tidak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi. Peranan ekspor terhadap PDB Indonesia hanya kisaran 20%-25% terhadap PDB. Berbeda dengan Vietnam yang peranan ekspornya mencapai 105% terhadap PDB," kata dia.
Untuk itu, Aviliani meminta pemerintah melakukan protes kepada USTR agar mengembalikan status Indonesia sebagai negara berkembang. Pasalnya, dengan status negara maju tersebut akan berdampak buruk kepada perdagangan dalam negeri.
Indonesia akan dikenakan hukum countervailing duty (CVD) yakni keringanan bea masuk 2% produk Indonesia akan hilang dan volume standar impor yang diabaikan akan dihapuskan.
Baca juga:Duplikasi Manifes Impor Potensi Rugikan Negara Miliaran
Kebijakan itu membuat USTR berwenang untuk melakukan penyelidikan atas berbagai produk impor Indonesia dan akan dikenakan hukuman jika negara memberi subsidi untuk menekan harga barang ekspor.
"Hal ini menimbulkan implikasi bahwa ke depan produk ekspor Indonesia menjadi lebih mahal di pasar AS karena pengenaan tarif," tambahnya.
lni kemudian, akan memberikan implikasi tidak hanya mempengaruhi status produk yang diselidiki namun dampak lanjutannya akan membawa perubahan ikutan status Indonesia dalam berbagai hal. (Van/A-3)
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Kementrans merencanakan untuk membuat program hilirisasi melalui industri yang melibatkan masyarakat transmigrasi.
Kondisi tersebut berubah pada era Presiden Joko Widodo. Pemerintah, kata Purbaya, gencar membangun infrastruktur di berbagai wilayah. N
Ketidakpastian global akibat meningkatnya risiko geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia masih menjadi tantangan utama pada 2026.
Allianz Global Investors (AllianzGI) menilai perekonomian global memasuki 2026 dalam kondisi yang masih tertekan, namun menunjukkan ketahanan yang relatif solid.
GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan berdasar kajian kondisi perekonomian sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan berada pada kisaran 4,7%-5,5%.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meninggalkan sikap wait and see atau bereaksi menunggu terhadap dinamika pasar.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved