Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah menginginkan agar pembahasan Rancangan Undang-Undang Omnibus Law bisa berlangsung dengan cepat.
Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi sinyal agar pembahasannya dapat tuntas dalam 100 hari. Jokowi siap mengacungkan dua jempol kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Namun bila melihat banyaknya pro kontra yang menyertai pembahasan RUU ini, target 100 hari sulit tercapai. Belum lagi ada sejumlah pasal yang ditolak kaum buruh dan juga pengusaha.
Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan bahwa draft RUU Omnibus Law Cipta Kerja memiliki 4 pasal krusial bila melihat dari substansi ketenagakerjaan.
"Pertama saya lihat Pasal 88D terkait kenaikan upah minimum berdasarkan pada pertumbuhan ekonomi daerah berbahaya bagi daya beli masyarakat. Kalau daerah pertumbuhan ekonominya negatif seperti kita lihat di Papua 2019 lalu, maka tahun depan upahnya justru minus. Ekonomi daerah bukan makin membaik tapi justru memburuk karena konsumsi rumah tangga turun," ungkapnya kepada Media Indonesia, Minggu (16/2).
Lebih lanjut, Bima menambahkan bahwa Pasal 88E terkait upah minimum padat karya yang diatur terpisah, juga dikatakan sangat mengkawatirkan. Hal ini dikarenakan dapat memicu terjadinya rezim upah murah yang merugikan pekerja khususnya di sektor tekstil pakaian jadi dan alas kaki.
"Selain itu, Pasal 42 ayat 3 soal kemudahan tenaga kerja asing (TKA) untuk perusahaan startup. Ini kan aneh. Startup katanya mau berdayakan talent lokal. Faktanya justru mau undang TKA," lanjutnya.
Terakhir, Bima mengatakan bahwa ada pasal yang dihapus yakni Pasal 66 dalam UU Ketenagakerjaan Tahun 2003. Hal ini berkaitan dengan membuat batasan outsourcing atau perusahaan alih daya yang saat ini berubah menjadi tidak adanya pengaturan.
"Berarti pekerjaan yang core atau inti produksi pun bisa dialihdayakan. Ini bisa ciptakan job insecurity," pungkas Bima.
Bima juga menekankan sedari aspek pembuatan draft dirasa seakan dirahasiakan dan menabrak aturan terkait transparansi. Padahal isi Omnibus Law akan berdampak luas ke seluruh lapisan masyarakat baik buruh maupun pelaku usaha umkm.
"Saya cuma khawatir pembahasan ke depan akan menimbulkan diskusi yang kontraproduktif. Ini bisa dikatakan RUU terburuk sepanjang sejarah. Pelaku usaha justru menjadi kebingungan karena adanya perubahan peraturan yang berdampak pada rencana jangka panjang," tutupnya. (Des/E-)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Pemerrintah mengungkapkan rencana memperbaiki Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika agar terdapat pembeda yang jelas antara pengedar dan pengguna.
Dia mengatakan bahwa penegakan hukum harus terintegrasi melalui KUHAP yang baru, mulai dari penyidik, penuntut, pengadilan, sampai ke tingkat lembaga pemasyarakatan.
Zulfikar menjelaskan revisi UU ASN masuk dalam Prolegnas 2025 yang artinya Komisi II DPR dan Badan Legislasi akan melakukan perubahan kedua terkait undang-undang tersebut.
Ahmad Sahroni menyebutkan bahwa DPR tak bisa menutup-nutupi terkait sidang pembahasan revisi Undang-Undang Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (UU Polri).
Massa sempat berhasil menjebol pagar pembatas kaca pos pengamanan, kemudian disusul dengan pemecahan kaca menggunakan batu dan kayu.
Dave mengatakan banyak hal yang perlu dibahas di revisi UU Penyiaran. Karena banyak perkembangan di sektor penyiaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved