Jumat 07 Februari 2020, 06:30 WIB

Riset Panjang Pencarian Rasa Baru

(Gan/S-1) | Ekonomi
Riset Panjang Pencarian Rasa Baru

MI/GANA BUANA
FITMEE Company menambah varian rasa mi berbahan shirataki 'Fitmee' di awal 2020.

 

FITMEE Company menambah varian rasa mi berbahan shirataki 'Fitmee' di awal 2020. Mi rasa ayam bawang dan mi rasa carbonara dilahirkan melalui proses riset rasa yang paling banyak digemari orang Indonesia.

"Varian rasa yang kita keluarkan telah melalui riset panjang," ungkap Co-Founder The FIT Company, Bambang Reguna Bukit, dalam acara peluncuran dua rasa baru Fitmee di Jakarta, Rabu (22/1).

Pria yang akrab disapa Bams 'Samsons' ini mengatakan, dalam dua varian rasa sebelumnya, soto dan mi goreng korea, juga dihasilkan dari riset panjang. Saat itu, Fitmee Company mendapati mi dengan varian soto kuah santan belum ada di Indonesia. Selain itu juga, makanan asal negara Korea sedang mewabah.

"Produk kita ini mi pertama di Indonesia yang kuahnya pakai santan lo dan mi goreng korea ini mirip japchae, makanan asal Korea," kata Bams.

Bams menjelaskan, Fitmee sudah tiga tahun atau sekitar 2018 lalu, ikut meramaikan industri mi instan Tanah Air. Kini, mi berbahan dasar shirataki ini total memiliki empat varian rasa, yaitu mi rasa soto, mi goreng korea, mi carbonara, dan mi rasa ayam bawang.

Menyandang nama mi sehat, Fitmee juga diyakini memiliki kadar kalori lebih rendah jika dibandingkan dengan mi instan biasa, yakni dalam satu bungkus Fitmee Carbonara memiliki kandungan 1:4 kalori mi instan biasa dan ayam bawang memiliki kandungan kalori 1:13 mi instan biasa.

"Untuk Fitmee Soto itu kandungannya ada 60 kalori, goreng Korea ada 150 kalori, carbonara 120 kalori, dan ayam bawang hanya 30 kalori," jelas Bams.

Dengan menggunakan bahan dasar shirataki, Bams mengaku kadar kenyang yang dirasakan tubuh manusia pun akan lebih lama. Apalagi, shirataki dikenal baik bagi tubuh bisa mengontrol gula darah, membantu mengurangi LDL kolesterol, serta menyimpan beragam manfaat lainnya.

Head of Fitshop The Fit Company Gondang Yudo menambahkan, shirataki yang digunakan dalam Fitmee merupakan hasil produksi petani lokal.

Berbeda dari mi instan biasa yang dibuat dari tepung terigu atau tepung beras, shirataki mengandung 97% air dan 3% fiber glucomannan sehingga memiliki kadar kalori yang jauh lebih rendah dari mi instan biasa. Shirataki berasal dari tanaman konjac yang banyak tumbuh di negara subtropis serta tropis, seperti Jepang dan Indonesia.

Dalam peluncuran dua rasa baru kali ini, lanjut dia, Fitmee pun hadir dalam kemasan baru. Lebih mudah dan travelable. "Melihat kebiasaan orang Indonesia yang gemar membawa mi saat traveling, kami mengubah kemasan menjadi lebih praktis dan ukuran lebih kecil. Perubahan kemasan tidak mengurangi isi dari tiap-tiap Fitmee," tandas dia. (Gan/S-1)

Baca Juga

Ist/Kementan

Kementan Terus Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Pertanian

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Januari 2021, 11:07 WIB
Penyuluh pertanian merupakan inti dari agent of change pembangunan pertanian. Karena itu, penyuluh pertanian harus hebat, harus mampu...
AFP/Adek Berry

PPKM Berlanjut, Garuda Masih Isi Penumpang Maksimal 70%

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 22 Januari 2021, 09:46 WIB
"Garuda tetap akan menerapkan distancing. Jadi, maksimal isian pesawat kita...
MI

KKP Lepas Liarkan 401.408 Benur Selundupan di Sumbar

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 22 Januari 2021, 09:30 WIB
Kegiatan pelepasan liar benur itu terdiri dari 393.570 ekor benih lobster jenis pasir dan 7.838 ekor benih lobster jenis...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya