Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
RELAWAN Pro-Jokowi (Projo) mengajak seluruh masyarakat bersatu menghadapi isu global terkait kondisi dunia, khususnya dalam aspek ekonomi yang dikhawatirkan berdampak terhadap kondisi di Indonesia.
"Kondisi dunia sedang dalam penuh ketidakpastian, penuh berbagai isu, yang pasti berdampak terhadap kondisi Indonesia," kata Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi di Jakarta, Rabu (5/2) malam.
Hal tersebut disampaikannya saat diskusi publik bertajuk "Menghadapi Ketidakpastian Global" yang digelar Projo di Auditorium Adhiyana, Wisma Antara, Jakarta.
Apalagi, Budi menyebutkan adanya laporan Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa perekonomian Indonesia hanya tumbuh 4,9 persen pada kuartal IV-2019.
"Tadi pagi pada kuartal IV, ekonomi dilaporkan turun menjadi 4,9 persen. Banyak aspek harus dibahas, tetapi yang pasti sebagai anak negeri siap menghadapi situasi apapun dalam kondisi global," tegasnya.
Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Ibukota Tercatat 5,89% pada 2019
Budi yang juga Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi itu mengingatkan bahwa tantangan yang begitu besar tidak bisa dihadapi hanya oleh satu kelompok, tetapi harus bersama dihadapi seluruh komponen bangsa.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destri Damayanti yang juga menjadi narasumber menjelaskan bahwa Indonesia mempunyai potensi ekonomi domestik yang besar.
"Perekonomian kita, di satu sisi mempunyai fundamental yang 'strong', tetapi isu global terus menerpa perekonomian. Terakhir, semua tahu ada isu, 'case' virus korona," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, perlu adanya upaya untuk menjaga kestabilan di sektor keuangan domestik, termasuk upaya antisipasi dari Pemerintah.
"Mau ga mau, kita perlu mengantisipasi. Kita melihat Pemerintah juga cepat dalam 'pre-emptive'. Mungkin secara ekonomi perlu mengakses secara lebih detail, kira-kira 'impact'-nya seperti apa ke kita," katanya.
Baca juga : BI Sebut Virus Korona Ganggu Pasar Keuangan Indonesia
Sementara itu, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengatakan Pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi dampak dari situasi dan kondisi global.
Diakui mantan Panglima TNI itu, dunia menghadapi berbagai ketidakpastian di kancah global, mulai isu geopolitik, perdagangan, sampai kesehatan yang menjadi perhatian semua pemimpin semua bangsa.
"Adanya inisiatif Projo untuk ambil bagian dalam mendukung berbagai masalah yang dihadapi kabinet ini, saya mendukung penuh dan berharap seluruh masyarakat Indonesia untuk ambil bagian," kata Moeldoko.
Selain diskusi, pada kesempatan itu juga diperkenalkan Pengurus DPP Projo masa bakti 2019-2024 di bawah pimpinan Budi Arie Setiadi yang kembali terpilih secara aklamasi pada Kongres II Projo, 7 Desember 2019. (Ant/OL-7)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved