Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani mengakui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih perlu dievaluasi. Menurutnya, pengawasan di sektor keuangan memang masih belum sempurna.
Pernyataan Ani, sapaan Sri Mulyani, merespons ucapan Wakil Ketua Komisi XI DPR Eriko Sotarduga. Eriko sebelumnya membuka kemungkinan terhadap pengembalian fungsi OJK ke Bank Indonesia (BI).
"Pasti belum sempurna, masih perlu banyak hal yang diperbaiki, termasuk dari sisi perundang-undangan," kata Ani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/1).
Sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Ani mengatakan pihaknya akan terus menyempurnakan peraturan perundang-undangan. Ini menurutnya dalam rangka agar pemerintah dapat menjaga stabilitas sistem keuangan.
Baca juga: DPR Ancam Cabut Fungsi OJK
Namun begitu, mantan Direktur Bank Dunia itu tidan menjawab dengan lugas apakah setuju atau menolak usulan Eriko.
Eriko sebelumnya mengusulkan agar fungsi pengawasan OJK kembali ke BI. Ia berkaca pada permasalahan pengelolaan keuangan yang menyeret sejumlah lembaga jasa keuangan.
Paling menyita perhatian ialah masalah gagal bayar dan dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT ASABRI (Persero), masalah likuiditas pada AJB Bumiputera 1912, hingga permasalahan permodalan dan tingginya tingkat kredit macet PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.
Dalam hal ini, OJK bertanggung jawab penuh terhadap permasalahan pengelolaan keuangan lembaga jasa keuangan. OJK punya fungsi pengawasan yang bisa meminimalisasi kasus-kasus di industri keuangan.
"Kemarin, teman-teman internal kita (Komisi XI) juga bicara dulu, mereka melakukan itu untuk pengawasan yang lebih baik. Nah, ternyata hasilnya tidak maksimal," ungkap Eriko, kemarin.
Selain itu, Komisi XI DPR juga berencana mengevaluasi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Komisi XI menganggap kinerja OJK melempem dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap lembaga jasa keuangan. (OL-1)
Sri Mulyani dikenal luas sebagai salah satu Menteri Keuangan terbaik Indonesia dengan masa jabatan terlama, sekaligus sosok perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut.
Posisi Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan berakhir pada 8 September 2025 setelah reshuffle Presiden Prabowo. Kepergiannya diwarnai kontroversi. Simak rangkuman isu yang mengemuka.
Blavatnik School of Government (BSG) Oxford menjadi sorotan. Kenali misi BSG, program prestisius Distinguished Public Service Fellow, serta deretan tokoh global yang pernah mengajar.
Sri Mulyani Indrawati resmi bergabung sebagai pengajar dalam program World Leaders Fellowship 2026 di Blavatnik School of Government, University of Oxford. Ini Profilnya.
Purbaya sudah membuka penyelewengan. Kini, menjadi tugas penegak hukum menindaklanjuti. Maukah mereka?
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memotong anggaran transfer ke daerah (TKD) dan dinilai lebih baik dari Sri Mulyani
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved