Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) mencatat peningkatan cadangan devisa Indonesia pada Desember 2019 sebesar US$129,2 miliar. Peningkatan ini terlampaui dibandingkan perolehan cadangan devisa per November 2019 yang mencapai US$126,6 miliar.
BI menilai dengan cadangan devisa ini bisa mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
"Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2019 tercatat sebesar US$129,2 miliar, meningkat dibandingkan dengan posisi akhir November 2019 sebesar US$126,6 miliar," terang Onny melalui rilis yang Media Indonesia terima, Rabu (8/1).
Baca juga: Cadangan Devisa Indonesia Akhir September US$124,3 M
Onny menjelaskan, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan sebanyak 7,6 bulan untuk impor atau 7,3 bulan impor disertai pembayaran utang luar negeri Pemerintah Indonesia. Posisi ini pun berada di atas standar kecukupan internasional untuk cadangan devisa negara atau setara dengan sekitar 3 bulan impor.
"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," imbuhnya.
Adapun peningkatan cadangan devisa ini diperoleh atas pengaruh penerimaan devisa migas, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, dan penerimaan valas lainnya. Menurut Onny, BI memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik.(OL-5)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved