Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Dody Dalimunthe, meminta perusahaan-perusahaan asuransi segera merespons klaim pemegang polis yang menjadi korban bencana banjir di awal 2020 ini.
Bahkan, ia mendesak kepada seluruh perusahaan untuk proaktif. Dalam situasi seperti ini, menurut dia, perusahaan asuransi perlu ikut mendata kerusakan atau kerugian yang diderita para pemegang polis.
“Perusahaan asuransi diharapkan dapat memberikan respons cepat terhadap pengajuan klaim dari tertanggung, sekaligus melakukan survei dengan bekerja sama dengan pihak tertanggung," ujar Dody kepada Media Indonesia, Jumat (3/1).
Upaya pendataan bisa dilakukan perusahaan dengan memetakan lokasi mana saja yang terdampak banjir cukup parah.
Dari pemetaan itu, perusahaan bisa melihat berapa banyak konsumen mereka yang tinggal di daerah tersebut.
"Berbekal data tempat tinggal pemegang polis, perusahaan semestinya mengetahui apakah konsumen mereka terdampak banjir atau tidak," tuturnya.
Baca juga: Mitigasi Kurangi Efek Bencana
Dody sudah memperkirakan klaim asuransi umum terutama untuk properti dan kendaraan akan meningkat pada musim hujan seperti saat ini.
Akan ytetapi, menurutnya, hal tersebut tidak akan memengaruhi manajemen risiko industri asuransi umum secara signifikan. Saat ini, manajemen risiko dari industri relatif masih terkontrol.
Properti dan kendaraan memang telah menjadi dua lini bisnis utama dari industri asuransi umum.
Berdasarkan data AAUI, sepanjang Januari-September 2019, sebanyak 26% dari pangsa pasar asuransi umum merupakan lini properti, disusul lini kendaraan dengan 24%. Total kedua lini itu sudah mencapai 50% dari pangsa pasar.
Pada periode yang sama, klaim yang diajukan dari lini properti pun mencapai 18,3% dan dari kendaraan mencapai 23,3%. (A-4)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku masih ada pekerjaan rumah (PR) yang belum selesai termasuk janji mengatasi banjir dan macet.
Tim di lapangan terus melakukan upaya penanganan untuk mempercepat surutnya air.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat ada 90 RT dan enam ruas jalan di Jakarta terendam banjir dampak tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Ibu Kota dan sekitarnya
Langkah proaktif ini bertujuan untuk memecah awan hujan sebelum masuk ke wilayah padat penduduk, guna meminimalisasi potensi genangan maupun banjir
Kemacetan terjadi akibat banjir dan genangan di sejumlah titik setelah hujan deras mengguyur Jakarta, Tangerang, dan sekitarnya sejak malam.
Peningkatan signifikan muka air terjadi pascahujan lebat yang mengguyur sejak Kamis (19/2) malam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved