Minggu 29 Desember 2019, 17:06 WIB

Akhir Tahun, Bank Mandiri Tambah Waktu Operasional

 M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
 Akhir Tahun, Bank Mandiri Tambah Waktu Operasional

ANTARA/SIGID KURNIAWAN
Karyawan mengenakan baju batik saat beraktivitas di Bank Mandiri Cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (2/10).

 

DI penghujung 2019, PT Bank Mandiri (persero) Tbk memberikan pelayanan ekstra kepada para nasabahnya. Pada 31 Desember 2019, perseroan akan memperpanjang waktu operasional di 324 kantor cabang hingga pukul 17.00 WIB. 

Dengan kata lain, waktu operasional akan ditambah hingga 2 jam.

Corporate Secretarry Bank Mandiri, Rohan Hafas melalui keterangan resmi yang diterima, Minggu (29/12) menuturkan, perpanjangan waktu operasional itu untuk memenuhi kebutuhan transaksi nasabah dan masyarakat seperti pembayaran pajak, kepabeanan dan cukai bea masuk cukai atau penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Langkah tersebut diambil lantaran perseroan memperdiksi transaksi di akhir tahun akan cukup tinggi.

"Langkah ini juga sejalan dengan permintaan Kementerian Keuangan untuk mengantisipasi tingginya transaksi penerimaan negara, baik oleh individu maupun korporasi," jelas Rohan.

Baca juga: Kekayaan Dirut Baru Mandiri Capai Rp78,8 Miliar

Daftar cabang Bank Mandiri yang beroperasi lebih panjang tersebut, lanjutnya, dapat dilihat melalui www.bankmandiri.co.id/layanan-cabang-libur-natal-cuti-bersama. Sementara pada 1 Januari 2020, Bank Mandiri menyiapkan 90 kantor cabang untuk memberikan pelayanan perbankan terbatas bagi masyarakat.

Penambahan jam operasional juga merupakan refleksi dari kegiatan transaksi di akhir 2018. Tercatat frekuensi transaksi penerimaan negara di akhir tahun 2018 melalui kantor cabang dan jaringan elektronik Bank Mandiri mencapai 45.451 transaksi dengan nilai Rp3,15 triliun.

Kemudian hingga November 2019, transaksi penerimaan negara melalui Bank Mandiri telah tercatat sebesar Rp388 triliun.

"Hingga akhir tahun 2019 transaksi penerimaan negara melalui Bank Mandiri diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan dengan 2018 yang tercatat sebesar Rp401 Trilliun," tutup Rohan. (A-4)

Baca Juga

Antara/Aditya Pradana Putra.

Sri Mulyani Kecam Suap di Ditjen Pajak sebagai Pengkhianatan

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 03 Maret 2021, 15:12 WIB
Sri Mulyani geram lantaran di tengah pandemi covid-19 yang membutuhkan pengelolaan keuangan negara dengan baik justru...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Hidupkan UMKM, Luhut Minta Pejabat Gencar Pakai Produk Lokal

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 03 Maret 2021, 13:44 WIB
Dengan anggaran Rp1,2 triliun sebagai modal belanja pemerintah pusat dan pemerintah daerah, harus dapat dimaksimalkan untuk memborong...
MI/Adam Dwi

Wapres: Layanan Ekonomi dan Keuangan Syariah tak Boleh Eksklusif

👤Emir Chairullah 🕔Rabu 03 Maret 2021, 13:44 WIB
Ma’ruf menjelaskan, pengembangan industri produk halal menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya