Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani optimistis adanya peningkatan penerimaan negara dalam dua minggu terakhir tahun ini. Hal tersebut mengingat kinerja penerimaan negara baru mencapai 74% hingga November dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Pokoknya nanti akan kita selesaikan seluruhnya, kan akhir tahun ini (tinggal) dua minggu. Kita lihat pergerakkan dari seluruh belanja-belanja yang confirm dan tidak confirm, yang bisa cair dan tidak cair," kata Sri Mulyani di sela-sela acara pelantikan pengurus Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) di Jakarta, Jumat (13/12).
Perempuan yang karib disapa Ani ini mengatakan pemerintah akan fokus meningkatkan penerimaan dalam dua minggu terakhir. Semua instrumen perpajakan, seperti penerimaan pajak, bea dan cukai, dividen dan penerimaan bukan pajak akan digenjot penerimaannya.
"Intensitas kita adalah untuk semuanya, nanti kalau ada suatu statement semuanya akan cair. Bergerak terus," ujarnya.
Pihaknya pun akan terus menjaga defisit fiskal. Menurutnya, defisit fiskal terjaga di kisaran 2,2%, atau masih berada di bawah batas atas yang telah ditetapkan di dalam Undang-Undang.
"Jadi kami tetap akan menjaga defisitnya di kisaran yang sudah kita sampaikan berkali-kali di sekitar 2,2%, kita jaga di sekitar itu. Kita cukup optimistis," tambahnya.
Baca juga: Penerapan NPWP pada E-Commerce Dorong Penerimaan Negara
Dengan dijaganya defisit agar tidak melebar jauh dari target APBN, maka dampak kebijakan fiskal saat ini pun tidak berlanjut di tahun 2020. Pasalnya, meski telah ditetapkan target di dalam APBN, namun itu lebih kepada agregat semata.
Sementara kebijakan yang dijalankan ke depan, lanjutnya, akan tetap berdasarkan pada kondisi riil yang ada di lapangan.
"Perubahan dan pergerakan dari sisi penerimaan yang sifatnya aktual menjadi baseline kita untuk tahun depan. Fiskal adalah instrumen, jadi buat kita walaupun ini sudah disampaikan dalam UU, kita harus terus melihat kondisi ekonomi yang nyata, yang muncul, kemudian akan kita respons," pungkasnya.(OL-5)
Sri Mulyani dikenal luas sebagai salah satu Menteri Keuangan terbaik Indonesia dengan masa jabatan terlama, sekaligus sosok perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut.
Posisi Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan berakhir pada 8 September 2025 setelah reshuffle Presiden Prabowo. Kepergiannya diwarnai kontroversi. Simak rangkuman isu yang mengemuka.
Blavatnik School of Government (BSG) Oxford menjadi sorotan. Kenali misi BSG, program prestisius Distinguished Public Service Fellow, serta deretan tokoh global yang pernah mengajar.
Sri Mulyani Indrawati resmi bergabung sebagai pengajar dalam program World Leaders Fellowship 2026 di Blavatnik School of Government, University of Oxford. Ini Profilnya.
Purbaya sudah membuka penyelewengan. Kini, menjadi tugas penegak hukum menindaklanjuti. Maukah mereka?
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memotong anggaran transfer ke daerah (TKD) dan dinilai lebih baik dari Sri Mulyani
Hingga akhir tahun 2025, penerimaan pajak baru mencapai 87,6% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Karena coretax berjalan belum sesuai perencanaan awal. Sehingga hal ini justru menyebabkan penerimaan pajak tersendat.
Kebijakan peningkatan belanja pada 2025 sudah berada di jalur yang tepat. Namun, tantangan besar ke depan adalah memastikan efektivitasnya.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bonus atlet SEA Games Thailand senilai Rp480 miliar bersumber dari APBN, bukan uang pribadi Presiden. Peraih emas terima Rp1 miliar.
DEFISIT fiskal Indonesia pada 2025 tercatat melebar melampaui target pemerintah, seiring percepatan belanja negara di penghujung tahun dan lemahnya kinerja penerimaan.
Suahasil menyebut bahwa realisasi PNBP 2025 yang mencapai Rp534,1 triliun masih lebih rendah jika dibandingkan dengan realisasi PNBP 2024 tang mencapai Rp584,4 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved