Sabtu 30 November 2019, 20:23 WIB

Stok Beras Nasional Aman Sampai 2020

mediaindonesia.com | Ekonomi
Stok Beras Nasional Aman Sampai 2020

Istimewa/Kementan
Produksi Januari-September yang diperkirakan mencapai 46,9 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 26,91 juta ton beras.

 

KEPALA Biro Humas Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri menyampaikan bahwa kebutuhan beras nasional saat ini dalam kondisi aman.

Menurut Kuntoro, musim panen yang bakal berlangsung pada awal tahun ini akan menambah jumlah stok yang ada, sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dengan baik.

"Data yang dimiliki Bulog saat ini cadangan beras di gudangnya mencapai 2,3 juta ton. Artinya kebutuhan beras aman. Apalagi awal tahun ini kita akan memasuki panen raya," ujar Kuntoro di Jakarta, Sabtu (30/11).

Kuntoro menjelaskan, perhitungan rata-rata konsumsi nasional saat ini mencapai 111,58 kilogram per kapita per tahun, dengan angka produksi beras diperkirakan mencapai titik surplus sebanyak 4,64 juta ton pada periode ini.

"Ketersediaan ini didukung dengan produksi di luar Pulau Jawa dan adanya penanaman varietas padi gogo yang diketahui tahan pada musim kering," katanya.

Walau begitu, Kabiro Humas dan Informasi Publik ini mengakui bahwa musim kering yang berlangsung cukup lama beberapa bulan terakhir telah membuat stok padi di masyarakat berkurang. Namun, hal itu disebut tak memengaruhi daya tahan pangan karena stok beras masih cukup hingga panen 2020 nanti.

"Sekali lagi tidak ada pengaruhnya karena kita akan menghadapi musim panen di awal tahun 2020 mendatang," katanya.

Sementara itu, berdasarkan prediksi Badan Pusat Statistik (BPS) yang menggunakan kerangka sampel area (KSA) luas panen besar yang ada mencapai 8,99 juta hektare (ha).

Angka tersebut meliputi produksi Januari-September yang diperkirakan mencapai 46,9 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 26,91 juta ton beras.

"Untuk konsumsi selama periode ini diperkirakan jumlahnya mencapai  22,28 juta ton," katanya.

Mengenai hal ini, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi menyatakan akan membuang 20 ribu ton cadangan beras pemerintah yang memiliki nilai Rp160 miliar. Pembuangan dilakukan karena usia penyimpanan beras sudah melebihi 1 tahun.

"Semua stok Bulog yang disimpan lebih dari lima bulan itu dapat dibuang, bisa diolah kembali, diubah menjadi tepung dan yang lain, atau turunan beras atau dihibahkan," tukasnya. (OL-09)

Baca Juga

Antara/Syaiful Arif

DPR RI: Impor Beras Sakiti Hati Petani

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Maret 2021, 22:00 WIB
Anggota DPR RI Komisi IV Hermanto meminta pemerintah untuk meninjau kembali rencana impor beras sebanyak satu juta ton pada awal...
Antara

Waspada, Ini Modus Mafia Tanah Mencaplok Lahan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 08 Maret 2021, 21:05 WIB
Praktik-praktik mafia tanah dimulai saat Kepala Desa (kades) mengeluarkan girik atau alas hak atas...
gulfcoasttoyota.com

BSI Genjot Pembiayaan Otomotif dengan Margin 2,98 Persen Flat

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Maret 2021, 21:00 WIB
Program itu berlaku selama periode 3 Maret hingga 30 April...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya