Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo meninjau langsung perkembangan pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat, kemarin.
Hasilnya, Presiden mengaku puas dengan perkembangan proyek pembangunan pelabuhan yang ditargetkan selesai seluruhnya pada 2027 itu.
Untuk tahap pertama, investasi yang dibutuhkan mencapai Rp29 triliun. Adapun nilai total investasi yang diperlukan hingga selesai pada 2027 bisa mencapai Rp50 triliun.
Total luas area Pelabuhan Patimban secara keseluruhan mencapai 654 hektare, dengan 300 hektare di antaranya diperuntukkan bagi peti kemas dan terminal kendaraan. Sebanyak 354 hektare lainnya akan disiapkan untuk back up area. Kapasitas pelabuhan akan mencapai 7,5 juta TEUs.
“Progresnya ini bagus dan kita harapkan yang tahapan pertama nanti akan kita selesaikan di bulan Juni tahun depan,” kata Presiden Jokowi.
Saat ini akses jalan nontol sudah dikerjakan dan hampir selesai. Ia menargetkan jalan itu selesai April-Juni 2020.
“Kita lihat di atas progresnya sudah bagus sekali, tidak ada masalah. Tinggal ada fasilitas lagi yang namanya jalan tol sepanjang kurang lebih 37 kilometer dari Tol Cipali menuju ke sini sehingga kecepatan itu ada, efisiensi itu ada menuju ke pelabuhan ini,” tandasnya.
Dengan dibangunnya pelabuhan terbesar kedua setelah Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, itu, Presiden berharap daya saing Indonesia bisa meningkat. Secara khusus Presiden ingin Pelabuhan Patimban mendukung Indonesia untuk menjadi hub besar produksi otomotif.
Turut mendampingi Presiden Jokowi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
Selain itu, turut serta Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Staf Khusus Presiden Putri Indahsari Tanjung, dan Staf Khusus Presiden Andi Taufan Garuda Putra. (Mal/E-1)
Pengelolaan pelabuhan dan operasional kapal tidak berada dalam satu entitas yang sama. Pengelolaan pelabuhan berada di bawah kendali Pelindo sementara operasional kapal oleh Pelni.
Program Green Terminal dirancang sebagai skema sertifikasi fasilitas pelabuhan berbasis delapan pilar keberlanjutan.
Transformasi ini tidak hanya mencakup perubahan nama, tetapi juga peluncuran logo baru yang memvisualisasikan semangat sinergi dalam ekosistem pelabuhan dan rantai pasok nasional.
Akibat produktivitas bongkar muat yang menurun di beberapa jalur pelabuhan, pemilik kapal dan pengguna jasa pelabuhan mengeluh lantaran biaya operasional mereka melonjak.
JICT mengoperasikan dua side loader electric vehicle (EV) dan dua reach stacker EV sebagai upaya memperkuat modernisasi peralatan dan menjawab tantangan kinerja terminal pelabuhan.
Ribuan kapal dan perahu nelayan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih bertahan sandar di sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai akibat gelombang tinggi dan badai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved