Rabu 13 November 2019, 20:20 WIB

Perlu Tingkatkan Produksi Sawit Nasional Tanpa Deforestasi

Ahmad Fauzi | Ekonomi
Perlu Tingkatkan Produksi Sawit Nasional Tanpa Deforestasi

ANTARA/FB Anggoro
Pekerja mengangkut tandan buah segar kelapa sawit hasil panen di PT Ramajaya Pramukti di Kabupaten Siak, Riau.

 

PRODUKTIVITAS sawit di Indonesia terus mendapat perhatian serius dari para pelaku bisnis di Tanah Air. Di era pemerintah periode kedua Presiden Jokowi, program B30 atau campuran antara 30% biodiesel dan 70% solar akan terapkan pada 2020.

Terkait hal tersebut, Kagama Virtual mengadakan diskusi dalam bentuk Kopdar dengan tema 'B30 mulai 2020, Tantangan Eskalasi Produktivitas Sawit Indonesia' di Jakarta, Rabu (13/11). Penggagas diskusi dan salah satu narasumber adalah Direktur Produksi PT Pupuk Kujang, Maryono.

Maryono mengatakan bahwa Presiden Jokowi telah mencanangkan Program Mandatori Biodiesel B30 mulai Januari 2020. Selain alasan penghematan anggaran pengadaan bahan bakar minyak (BBM) fosil, program tersebut juga menjadi solusi diberlakukannya atas pembatasan impor crude palm oil (CPO) oleh Uni Eropa terkait isu deforestasi.

“Masyarakat sawit Indonesia sempat terpukul oleh kebijakan pembatasan impor CPO oleh Uni Eropa tersebut, mengingat kontribusi terhadap pendapatan nasional yang mencapai Rp370 triliun atau sekitar 3% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia disumbang dari produk sawit ini,” ujar Maryono.

Jika dibandingkan dengan negara produsen sawit yang lain seperti Malaysia, menurut Maryono, produktivitas sawit Indonesia masih sangat rendah.

Luas area perkebunan sawit Indonesia yang mencapai sekitar 14 juta hektare, hanya mampu menyumbang 50% produksi sawit dunia, sedangkan Malaysia dengan luas lahan sawit sekitar 6 juta hektare mampu menyumbang 30% lebih dari total produksi sawit dunia.

“Maka tantangan terbesar untuk meningkatkan produksi sawit tanpa menimbulkan isu deforestasi adalah dengan peningkatan produksi per hektare lahan sawit," Maryono.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penerapan, B30 bisa menekan impor energi Indonesia hingga 50% di tahun depan.

"Kalau kita bikin nanti 1 Desember mulai dengan B30. Saya pikir kita akan bisa mendekati hampir 50 persen di tahun depan," kata Luhut di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (13/11). (OL-09)

Baca Juga

AFP

Pemerintah Fokus Benahi Pemulian Ekonomi di Bali

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 02 Desember 2020, 20:10 WIB
Bali salah satu wilayah yang ekonominya terdampak cukup parah adalah Bali. Secara year on year (yoy), perekonomian di Bali kontraksi...
ANTARA/Yulius Satria Wijaya

115 Perusahaan Terapkan Harga Gas Bumi yang Murah

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 02 Desember 2020, 16:55 WIB
Hingga November 2020 realisasi penurunan harga gas bumi untuk industri di wilayah Jawa Barat telah mencapai...
Antara/Hafidz Mubarak

​​​​​​​Menteri ESDM: Kejayaan Migas Sudah Berlalu

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 02 Desember 2020, 16:01 WIB
Pemerintah tidak lagi memprioritaskan besaran bagi hasil dari wilayah kerja migas. Namun, cenderung memberikan insentif agar proyek migas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya