Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) kembali memangkas suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,00%. Keputusan ini merupakan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 23-24 Oktober 2019.
Pemangkasan ini diketahui merupakan yang keempat kalinya dilakukan pada tahun 2019 ini terhitung sejak Juli 2019.
Gubernur Bank Indonesia (GBI) Perry Warjiyo mengatakan kebijakan tersebut konsisten dilakukan dengan prakiraan inflasi yang terkendali dan imbal hasil investasi keuangan domestik yang tetap menarik. Serta sebagai langkah pre-emptive untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi domestik.
"Semua kebijakan kami akomodatif dengan stabilitas yang terjaga kami menurunkan suku bunga 4 bulan berturut-turut sampai dengan 1% (akumulasi pemangkasan suku bunga) menjadi 5%," jelas Perry.
Selain menurunkan suku bunga, BI turut menurunkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,25% dan menurunkan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,75%. Berbagai kebijakan ini, sambungnya, akan mendorong ekonomi baik dari pembiayaannya oleh perbankan maupun upaya mendorong permintaan pembiayaan.
Baca juga: 76 Efek Baru Ditargetkan Masuk ke BEI di 2020
Menanggapi penurunan suku bunga ini, Ekonom BCA David Sumual mengatakan keputusan tersebut sudah tepat dilakukan oleh BI. Menurutnya, penurunan suku bunga ini memang sesuai dengan fundamental ekonomi Indonesia saat ini.
"Sebetulnya ini sesuai ekspektasi saya karena masih ada ruang untuk penurunan. Dan ini sesuai dengan fundamental kita saat ini," tukasnya saat dihubungi oleh Media Indonesia, Kamis (24/10).
Meski begitu, penting bagi BI untuk melakukan kombinasi antara bauran kebijakan dan kebijakan Giro Wajib Minimum (GWM). Karena penurunan suku bunga ini tidak bisa langsung dirasakan dampaknya. Permintaan kredit saat ini pun menurutnya pertumbuhannya masih lemah. Maka perlu bauran kebijakan lain seperti, penurunan GWM.
"Jadi tetap butuh kebijakan lain dari sisi pemerintah untuk menstimulasi perekonomian. Bisa dari segi fiskal, kebijakan pajak, terus dari sisi tim ekonomi (Kementerian) yang baru terbentuk ada kebijakan-kebijakan baru untuk mendorong investasi," paparnya. (A-4)
BANK Indonesia Solo sediakan uang baru untuk menyambut Lebaran 2026 sebanyak Rp4,59 triliun, yang layanan pelaksanaan penukaran untuk masyarakat, akan dimulai 23 Februari-13 Maret 2026.
Ingin tukar uang baru untuk Lebaran 2026? Simak panduan lengkap cara daftar di PINTAR BI, jadwal resmi, hingga syarat penukaran paket Rp5,3 juta. Cek linknya di sini!
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
BANK Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36 persen volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional berasal dari DKI Jakarta.
Meskipun sejumlah daerah terdampak bencana hidrometeorologi, stok bahan pangan pokok di Sumbar dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
LEMBAGA pemeringkat Moody's mempertahankan sovereign credit rating Republik Indonesia pada Baa2 dan melakukan penyesuaian outlook menjadi negatif pada 5 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved