Kamis 24 Oktober 2019, 16:56 WIB

76 Efek Baru Ditargetkan Masuk ke BEI di 2020

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
76 Efek Baru Ditargetkan Masuk ke BEI di 2020

MI/MOHAMAD IRFAN
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djayadi

 

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan 76 pencatatan efek baru di Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2020. Target tersebut meliputi pencatatan saham, obligasi korporasi, efek beragun aset (EBA), Exchanged Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE) dan Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA).

"Target tersebut dicapai melalui penyelenggaraan sosialisasi, workshop, dan one on one meeting kepada perusahaan potensial baik dari perusahaan swasta maupun anak usaha BUMN dan BUMD serta pengembangan regulasi dan sistem yang mendukung kemudahan pencatatan efek bagi calon perusahaan tercatat," ungkap Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (24/10).

Inarno menambahkan, fokus BEI pada 2020 mendatang yakni melakukan pengembangan penyelenggara pasar alternatif dan pengembangan produk layanan bursa. Di tahap awal, BEI berupaya pada pengembangan perdagangan obligasi yang dikembangkan melalui paltform electric trading platform (ETP) baru.

Sementara pada fokus pengembangan produk, BEI akan mengoptimalisasi produk derivatif dan optimalisasi ETF serta pengembangan layanan kebursaan lainnya yang meliputi dukungan pengembangan sistem penawaran umum elektronik, pengembangan securities Lending and Borrowing, pengembangan klasifikasi industri baru.

Kemudian penyesuaian mekanisme pre-closing untuk mengurangi volatilitas harga saham pada saat penutupan, peningkatan teknologi sistem perdagangan dan peningkatan efisiensi pengembangan sistem perdagangan.

"Asumsi kami, rata-rata nilai transaksi harian saham pada RKAT 2020 sebesar Rp9,5 triliun atau meningkat dari asumsi RKAT 2019 revisi sebesar Rp9,25 triliun," jelas Inarno.

Baca juga: BTPN Salurkan Kredit Rp140 Triliun di Kuartal III

Sementara target dan rencana kegiatan BEI pada 2020 diproyeksikan memperoleh total pendapatan sebesar Rp1,18 triliun. Angka itu meningkat 1,17% dibanding total RKAT 2019 revisi senilai Rp1,16 triliun.

Kemudian proyeksi atas biaya usaha BEI pada 2020 sebesar Rp1,02 triliun. Dengan kata lain, laba sebelum pajak menjadi Rp106,54 miliar. Setelah dikurangi estimasi beban pajak sebesar Rp59,19 miliar, maka perolehan laba bersih BEI 2020 ditaksir mencapai Rp101,36 miliar.

"Untuk total aset BEI di 2020, diproyeksikan sebesar Rp3 triliun atau naik 17,30% dari RKAT 2019 revisi yang berjumlah Rp2,56 triliun. Adapun saldo akhir kas dan setara kas di 2020 diproyeksikan mencapai Rp1,34 triliun," tukas Inarno. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More