Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan pemerintah terus memfokuskan diri mengubah berbagai kebijakan ekonomi di tiap sektor. Hal itu dilakukan guna menjaga iklim usaha, investasi dan daya saing Indonesia.
Di era industri 4.0 ini pemerintah akan mengubah kebijakan ekonomi yang berbasis sumber daya alam menjadi ekonomi industri manufaktur dan jasa.
Untuk mencapai tujuan itu, kata Darmin, pemerintah menyiapkan tujuh langkah. Pertama yakni mengembangkan industri berbasis sumber daya alam mulai dari hulu hingga ke hilir. Dalam hal ini, pemerintah telah memberikan insentif berupa tax holiday sesuai dengan besaran investasi.
"Sektor SDA yang mendapatkan tax holiday yaitu industri kimia dasar, logam dasar, permurnian, petrokimia, dan industri pengolahan berbasis hasil pertanian, perkebunan, atau kehutanan. Namun, ini bukan close list," tutur Darmin di acara Indonesia Trade Investment Summit, Jakarta, Selasa (15/10).
Kemudian pemerintah juga tengah membenahi soal perijinan melalui online single submission (OSS) dalam rangka mempermudah dan mempercepat perijinan usaha dan investasi.
Pemerintah telah meluncurkan OSS versi 1.1 dan terus melakukan penyempurnaan bersama dengan pemerintah daerah serta kementerian maupun lembaga terkait.
Ketiga, pemerintah juga tengah melakukan perubahan sistem perpajakan secara menyeluruh. Hal itu dapat dilihat dengan adanya omnibus law soal perpajakan yang memberikan insentif pajak kepada pelaku usaha dan investor untuk menaruh dananya dan berkegiatan usaha di Indonesia.
"Reformasi ini bertujuan agar Indonesia mampu meningkatkan kemandirian dalam membiayai kebutuhan pembangunan nasional di masa mendatang," terang Darmin.
Selanjutnya yakni soal insentif fiskal yang kerap diberikan oleh pemerintah guna mendorong industri manufaktur dan pertumbuhan ekonomi. Selain tax holiday, pemerintah juga memberikan insentif kepada pelaku usaha yang terlibat membantu pemerintah pada program vokasi.
Baca juga: Pemerintah dan Kadin Komit Efektifkan Investasi di KEK
Pelaku usaha yang terlibat akan difasilitasi pengurangan penghasilan bruto mencapai 200%. Sementara pelaku usaha yang terlibat dalam kegiatan penelitan dan pengembangan akan difasilitiasi hal yang sama hingga 300%.
Pemerintah juga akan memfasilitasi pengurangan neto sebesar 60% kepada industri padat karya dari besaran jumlah investasi.
Langkah kelima yang dilakukan pemerintah, imbuh Darmin, yakni terkait dengan kebijakan perdagangan guna menciptakan tingkat ekspor dan melahirkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
Salah satunya yakni dengan meningkatkan produk ekspor, melibatkan diri sebagai bagian dari global value chain. Kemudian menyederhanakan hal-hal yang bersifat prosedural demi tercapainya efisiensi. Tak lupa juga pemerintah akan melakukan diplomasi ekonomi dan meningkatkan peran di kegiatan pasar global maupun domestik.
Langkah selanjutnya terkait dengan penyiapan sumber daya manusia yang kompeten. Darmin mengungkapkan, pemerintah kini mengembangkan program pendidikan dan vokasi yang meliputi tiga lembaga, yakni SMK, BLK dan Politeknik.
Langkah terkahir ialah pengoptimalan infrastruktur yang telah dan yang akan dibangun oleh pemerintah. Salah satunya yang tengah gencar dilakukan ialah pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
"Pembangunan KEK untuk memaksimalkan kegiatan industri, ekspor, impor dan kegiatan ekonomi lain yang bernilai tinggi dengan didukung pemberian fasilitas dan insentif serta kemudahan berinvestasi," tukas Darmin.(OL-5)
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Salah satu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Widayani Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema 'Edukasi kewirausahaan sejak usia dini.
Gus Falah menegaskan, adalah keharusan bagi santri untuk menguasai berbagai bidang, mulai dari teknologi, sains, politik, hingga kewirausahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved