Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN induk BUMN pertambangan, Mining Industry Indonesia (MIND ID), mengambil alih divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk (PTVI) sebesar 20%. Pengambilalihan itu membuka peluang akses MIND ID ke cadangan dan sumber daya nikel terbesar di dunia.
Pengambilalihan divestasi saham PTVI itu diawali dengan penandatanganan perjanjian pendahuluan dengan perusahaan tersebut dan para pemegang sahamnya, Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co Ltd (SMM).
“Partisipasi MIND ID di perusahaan tambang kelas dunia, seperti Vale Indonesia (Brasil) dan Freeport Indonesia (AS), merupakan bukti keberhasilan Indonesia dalam menjaga dan menarik investasi perusahaan global ke industri pertambangan nasional,” ujar Group CEO MIND ID, Budi G Sadikin, dalam keterangan resmi, kemarin.
Penandatanganan perjanjian itu ialah langkah awal dimulainya kerja sama strategis jangka panjang antara MIND ID dan PTVI. Perjanjian pendahuluan selanjutnya diikuti beberapa perjanjian definitif utama.
Divestasi 20% saham PTVI merupakan kewajiban dari amendemen kontrak karya (KK) pada 2014 antara PTVI dan pemerintah yang harus dilaksanakan 5 tahun setelah amendemen itu.
KK PTVI akan berakhir pada akhir 2025 dan dapat diubah atau diperpanjang jadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK) sesuai aturan perundang-undangan.
Pemegang saham PTVI saat ini antara lain, VCL sebesar 58,73%, SMM sebesar 20,09%, dan publik sebesar 20,49%.
Pemerintah telah menunjuk PT Indonesia Asahan Alumini-um (persero) sebagai holding industri pertambangan yang saat ini telah memiliki identitas baru sebagai MIND ID untuk mengambil alih saham divestasi PTVI.
Langkah ini sesuai dengan mandat MIND ID untuk mengelola cadangan mineral strategis Indonesia dan mendorong hilirisasi industri pertambangan nasional.
Akses sumber daya
Melalui kepemilikan 20% saham di PTVI dan 65% saham di PT Aneka Tambang, MIND ID memiliki akses terhadap salah satu cadangan dan sumber daya nikel terbesar dan terbaik dunia.
Ke depan, akses ini secara strategis akan mengamankan pasokan bahan baku untuk industri hilir berbasis nikel di Indonesia, baik hilirisasi industri nikel menjadi stainless steel maupun hilirisasi industri nikel menjadi baterai kendaraan listrik.
Akses ini juga akan mempercepat program hilirisasi industri nikel domestik yang akan menghasilkan produk hilir dengan nilai ekonomis hingga 4-5 kali lipat lebih tinggi daripada produk hulu.
Holding industri pertambangan resmi dibentuk pada 27 November 2017 dengan menggunakan PT Indonesia Asahan Aluminium sebagai induk perusahaan yang menaungi perusahaan industri tambang terbesar di Indonesia, yaitu PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Freeport Indonesia.
Pada 17 Agustus 2019, holding industri pertambangan bertransformasi menjadi MIND ID (Mining Industry Indonesia) yang memiliki 65% saham PT Aneka Tambang, 65,02% saham PT Bukit Asam, 65% saham PT Timah, dan 51,2% saham PT Freeport Indonesia.
Sampai Desember 2018, MIND ID membukukan pendapatan konsolidasi Rp65,2 triliun, tumbuh 38% dari tahun sebelumnya. EBITDA konsolidasi mencapai Rp18,5 triliun, atau tumbuh 50% dari tahun sebelumnya. (Tes/E-3)
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional di tengah konflik Timur Tengah.
Pasar saham akan dibayangi sentimen risk off. Hal itu menyusul memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah pascaserangan terkoordinasi AS-Israel terhadap Iran.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Ketidaksinkronan antara data administratif dan realitas pasar ini menjadi salah satu alasan mengapa lembaga internasional mulai mempertanyakan kredibilitas tata kelola ekonomi nasional.
Jumlah investor pasar modal mencapai 20 juta pada akhir 2025, hanya 5% dari total penduduk Indonesia.
PRESIDEN Prabowo Subianto bertemu dengan petinggi perusahaan global di Amerika Serikat, Jumat (20/2) waktu setempat. Dalam pertemuan itu Indonesia memperkuat sistem investasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved