Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga kuartal III 2019 di kisaran 5%. Angka itu didapat lantaran ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang terbilang tinggi.
"Kan kita lebih banyak tergantung demand di dalam negeri daripada ekspor. Jadi jangan dicampur aduk, dunia sedang payah jangan dianggap kita juga payah," ujar Darmin saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (9/10).
Namun konsumsi rumah tangga yang tinggi itu, lanjut dia, tidak dibarengi dengan geliat ekspor dan impor yang 6 bulan terakhir sedang loyo. Perbaikan ekspor dan impor diakuinya baru sedikit membaik sejak September.
Darmin menegaskan, peranan ekspor dan impor Indonesia memang tidak memiliki peranan yang terlalu tinggi pada pendapatan domestik bruto (PDB).
"Artinya, pengaruh dari perdagangan global pasti ada, tapi tidak sebanyak misalnya ke Malaysia, apalagi ke Singapura pertumbuannya sudah nol," ujar Darmin.
Baca juga: Apindo: Investasi di Ibu Kota Baru Tergantung Kepastian
Lebih lanjut, ia mengatakan, pemerintah tidak melulu fokus soal pertumbuhan semata. Sebab saat ini hal krusial di bidang perizinan juga menjadi fokus prioritas.
"Pemerintah itu bisa memikir?an (pertumbuhan) akhir tahun. Tapi yang dipikirkan tidak hanya akhir tahun. Kita sedang memikirkan penyederhanaan lebih lanjut dari perizinan melalui omnibus law. Itu kalau pun di pemerintahan ini tidak selesai, minimal bahannya sudah selesai, sehingga pemerintahan mendatang bisa menyelesaikannya," tandas Darmin. (A-4)
“Kami ingin memastikan bahwa setiap butir nasi yang dikonsumsi jemaah haji memiliki kualitas terbaik dan cita rasa nusantara."
Pola belanja rumah tangga di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan pergeseran penting: konsumsi semakin merata antarwilayah.
Gaya hidup anak muda dalam mengonsumsi komoditas harian seperti kopi, teh, cokelat, dan produk kelapa sawit memiliki dampak signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 tidak akan mencapai seperti yang ditargetkan pemerintah yakni di angka 5,4-5,6%.
Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan volume sampah nasional mencapai 70,6 juta ton pada 2024. Angka ini berpotensi membengkak menjadi 82 juta ton per tahun pada 2045.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tambahan penempatan dana pemerintah di bank Himbara cukup menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved