Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
DANA kelolaan (asset under management/AUM) PT PNM Investment Management (PNM IM) naik signifikan mencapai 42% dari Rp8,56 triliun menjadi Rp12,1 triliun. Atau bila dihitung berdasarkan data per September 2018 yang baru Rp6,6 triliun, terjadi peningkatan hampir dua kali lipat.
Kinerja pertumbuhan dana kelolaan PNM IM lebih tinggi dari pertumbuhan AUM industri reksa dana. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah dana kelolaan atau asset under management (AUM) industri reksa dana mencapai Rp551 triliun per pekan kedua September 2019. Ini berarti tumbuh sekitar 9,1% dibandingkan periode akhir tahun lalu Rp505,4 triliun.
Direktur Operasional dan Keuangan PNM IM Ade S. Djajanegara mengatakan, peningkatan dana kelolaan tersebut didorong oleh terbitnya produk-produk reksa dana baru. Produk tersebut meliputi produk Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) dan reksa dana jenis open-end, khususnya reksa dana pasar uang, serta reksa dana terproteksi."Dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini kinerja dana kelolaan Perseroan terus mengalami tren pertumbuhan yang positif. Bertepatan dengan usia 20 tahun Perseroan tahun ini, kita akhirnya mampu menembus rekor total AUM level dua digit," tuturnya di Jakarta, Kamis (26/9).
Direktur Utama PNM IM Bambang Siswaji menambahkan, selama periode Januari - September 2019, PNM Investment telah menerbitkan sebanyak 10 produk. Di antaranya 6 reksa dana penyertaan terbatas, 2 reksa dana pasar uang, 2 reksa dana terproteksi. “Hingga saat ini PNM Investment memang masih dominan dan fokus di bisnis reksa dana penyertaan terbatas," jelasnya.
Dalam bisnis reksa dana penyertaan terbatas ini, Perseroan fokus pada pengembangan pembiayaan sektor riil unggulan yang berorientasi ekspor sebagai penghasil devisa, sektor riil di bidang infrastruktur clean energy maupun sektor UMKM dan ekonomi kreatif.
Direktur Investasi PNM IM Solahudin menjelaskan, peningkatan dana kelolaan tersebut menunjukkan kepercayaan investor yang semakin kuat terhadap Perseroan. Hal ini terbukti jumlah nasabah investor terus bertambah baik investor institusi maupun ritel.
"Ke depan, kami terus berkomitmen untuk memacu pertumbuhan kinerja reksa dana kami dan meningkatkan kepercayaan investor. Kami menyadari, kepercayaan investor merupakan kunci utama dalam menjalankan bisnis manajemen investasi," tandasnya.
Untuk lebih memacu peningkatan investor, PNM IM terus melakukan inovasi pengembangan produk. Selain menggarap reksa dana yang tradisional, Perseroan juga akan mengembangkan produk reksa dana ETF (Exchange Traded Fund) maupun reksa dana efek beragun asset (KIK-EBA).
Langkah inovasi produk ini juga dilakukan untuk mendukung strategi Perseroan yang mulai fokus untuk mengembangkan basis investor ritel, khususnya dari kalangan milenial. Hal ini mengingat masih besarnya potensi pasar ritel, terutama menyasar kelompok milenial. Apalagi, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi usia produktif dari kalangan usia milenial hingga tahun 2045. (A-2)
Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna mempertanyakan validitas capaian target investasi nasional yang disampaikan pemerintah.
Sentimen global masih cukup kondusif bagi penguatan harga emas dalam jangka pendek.
Semakin banyak investasi yang masuk ke Kabupaten Sukabumi, maka peluang kerja dan kesejahteraan masyarakat juga akan semakin terbuka lebar
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Prediksi harga emas Antam Rabu 4 Februari 2026 diperkirakan menguat di kisaran Rp3,02–Rp3,14 juta per gram menyusul rebound harga emas dunia dan aksi bargain hunting investor global.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved