Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUSAHA nasional sudah memprediksi potensi resesi ekonomi pada tahun mendatang.
Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kamar Dangang Indonesia Jhonny Darmawan menyatakan, pihaknya telah membaca situasi pelemahan ekonomi dari perang dagang antara AS dan Tiongkok, Brexit, serta sejumlah indikasi lainnya.
"Kita sudah dapat kabar banyak dengan adanya Presiden AS Donald Trump yang sekarang agak mengerikan. Dan pertumbuhan negara besar turun termasuk Tiongkok. Kalau dari sana, sebenarnya perusahaannudah tahu tapi perusahaan berusaha untuk bergerak," kata Jhonny kepada Media Indonesia, Senin (16/9).
Baca juga: Pemerintah Didorong Fokus Benahi Iklim Usaha
Untuk bertahan di tengah prediksi perlambatan ekonomi, Jhonny mengungkapkan pihak pengusaha akan terus melakukan serangkaian upaya, seperti dengan melebarkan peluang usaha.
"Planning-planning kita lakukan dengan membuat alternatif bisnis agar nantinya tidak menggebu-gebu dan ujung-ujungnya malah memPHK orang, dan lain sebagainya," ucapnya.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo mengingatkan dunia usaha mengenai potensi resesi ekonomi yang dapat terjadi pada 1-1,5 tahun yang akan datang, Potensi itu disebabkan tekanan eksternal, seperti perang dagang AS dan Tingkok yang belum menemukan titik kesepakatan.
"Perang dagang masih terus berjalan, masih menghantui kita. Tekanan-tekanan eksternal baik berupa kemungkinan potensi resesi pada 1 atau 1,5 tahun yang akan datang sudah mulai dikalkulasi, mulai dihitung-hitung oleh para pakar," kata Presiden dalam pembukaan Musyawarah Nasional XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Jakarta, Senin (16/9). (OL-8)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved