Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA dan India terus berupaya mempererat tali kerja sama perdagangan guna mendapatkan manfaat yang besar di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Setelah Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan, Industri dan Perkeretaapiaan India Piyush Goyal di sela-sela ASEAN Economic Ministers Meeting di Bangkok Thailand pekan lalu, kini delegasi Negeri Bollywood yang dipimpin Assistant Vice Minister and Chairman of the Agricultural Products Export Development Authority Pamar Kumar Borthakur berkunjung ke Tanah Air.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan, kendati pertemuan tidak akan berlangsung intens karena bukan pertemuan bilateral antarmenteri, kunjungan tersebut sangat penting karena melambangkan keakraban antarnegara mitra dagang.
"Pembicaraan pasti masih akan terkait peningkatan akses pasar kita ke India dan sebaliknya. Sekarang posisi neraca dagang kita surplus ke India. Mungkin mereka mau bahas itu juga," ujar Wisnu di Kantornya, Jakarta, Senin (16/9).
Baca juga: Pengadaan Impor Daging Sapi Brasil akan Molor
Terkait kesepakatan soal perdagangan sawit, Wisnu mengatakan pemerintah India sudah sepakat untuk menyamakan tarif bea masuk impor produk minyak kelapa sawit yang telah disuling (refined, bleached, and deodorized palm oil/RBDPO) asal Indonesia dengan Malaysia.
"Itu sudah diputuskan pekan kemarin saat Menteri Perdagangan RI (Enggartiasto Lukita) bertemu Menteri Perdagangan India di Thailand. Kalau sudah diputuskan, semestinya sekarang sudah berlaku," ucap Wisnu.
Sebagaimana diketahui, RBDPO atau produk turunan minyak kelapa sawit asal Indonesia sulit bersaing di India lantaran dikenai bea masuk lebih tinggi dibanding asal Malaysia.
Produk Tanah Air dikenai bea masuk 50% sementara produk Negeri Jiran hanya dikenai 45%.
"Sekarang sudah disamakan. Bukan kita yang diturunkan, tapi Malaysia yang dinaikkan. Ini tidak masalah karena kita jadi bisa bersaing," jelasnya. (OL-8)
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai impor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai US$241,86 miliar, atau meningkat 2,83% dibandingkan tahun sebelumnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Fastrex hadir sebagai solusi atas sulitnya mobilisasi hasil panen di medan yang sering kali memiliki kontur tanah tidak rata.
Pemenuhan kebutuhan alutsista TNI dan Polri harus mengutamakan produksi dalam negeri, serta diperkuat oleh berbagai kebijakan turunan.
Pemerintah berjanji meninjau ulang kebijakan kuota impor daging sapi reguler pada Maret 2026, menyusul keberatan pelaku usaha swasta atas pemangkasan kuota yang dinilai terlalu drastis.
Pada 2025 (angka sementara) produksi kakao berada di kisaran 616 ribu ton, dan pada 2026 diproyeksikan naik menjadi 635 ribu ton dengan luas areal mencapai 1,38 juta hektare.
Mendes PDT Yandri Susanto, yang hadir langsung melepas keberangkatan kontainer ekspor tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah konkret sektor swasta dalam membina desa.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya, termasuk pejabat ASN yang menerima imbalan untuk meloloskan ekspor.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved