Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGEMBANGAN industri pariwisata di Indonesia masih terkendala perizinan yang berbelit di tingkat pemerintah daerah. Hal tersebut membuat para investor enggan masuk karena malas berhadapan dengan aturan yang tumpang tindih, multi tafsir dan tidak jelas. Demikian diungkapkan Koordinator Tim Pemantauan dan Evaluasi Proyek Strategis Nasional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Taufik Widjoyono kepada Media Indonesia, Sabtu (7/9).
"Pernah dalam satu kesempatan, alat-alat kita untuk pelebaran jalan KSPN Danau Toba sudah ada di lokasi tetapi tiba-tiba ada yang datang dan pengerjaan tidak bisa dilakukan. Harus bayar ini itu dulu," ujar Taufik.
Hal-hal seperti itulah yang akan dihilangkan. Pemerintah pusat akan melakukan intervensi yang lebih jauh untuk memastikan pengembangan daerah wisata dapat berjalan sesuai rencana.
baca juga: BKPM Evaluasi Faktor Penghambat Investasi di Indonesia
Salah saru upaya intervensi yang akan dilakukan ialah dengan membangun Destination Management Office yang akan berisikan tim dari pemerintah pusat. Lembaga tersebut akan memastikan peraturan-peraturan di daerah dapat sejalan dengan visi dan misi pemerintah pusat.
"Sebenarnya kita berpikir intervensi seperti ini berlebihan, tapi ya harus dilakukan. Pariwisata itu salah satu pengumpul devisa terbesar bagi negara," tuturnya. (OL-3)
Malaysia raih 42,2 juta wisman di 2025, sementara Indonesia lampaui target dengan 15,3 juta kunjungan. Simak perbandingan strategi pariwisata kedua negara di sini.
Bosan dengan Bali? Temukan 7 destinasi WFA terbaik di Indonesia tahun 2026. Panduan lengkap infrastruktur internet, biaya hidup, dan komunitas digital nomad.
Minat wisatawan Indonesia terhadap perjalanan internasional dengan pengalaman yang lebih personal dan bermakna terus menunjukkan peningkatan.
Capaian ini sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Samosir dari tahun ke tahun.
Berbagai proyek pariwisata dinilai merusak Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungsewu, bertentangan dengan prinsip perlindungan kawasan karst.
Tokyo, Osaka, dan Sapporo masih menjadi primadona bagi wisatawan asal Indonesia saat berkunjung ke Jepang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved