Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Keuangan menyebutkan bahwa investor dari generasi milenial dengan usia 19 sampai 39 tahun mendominasi porsi penjualan Surat Berharga Negara (SBN) hingga Juli 2019, yakni sebanyak 51,24%.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan di 2018 yang hanya 42,22%, baik investasi di savings bond ritel (SBR) maupun sukuk.
"Dalam penerbitan SBN selama ini, investor milenial mendominasi sekitar 52% per penerbitan," kata dia saat ditemui di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, peningkatan partisipasi generasi milenial dalam investasi itu karena ada penggunaan teknologi digital pada penawaran SBN, yakni secara online (e-SBN), sehingga semakin memudahkan dalam melakukan transaksi.
"Sebelum online, peran generasi milenial dalam SBR hanya 20% sampai 23%. Namun, setelah ada online, milenial mendominasi," ujarnya.
Luky melanjutkan, saat ini pemerintah memperluas basis pembelian savings bond ritel (SBR) seri SBR008 dengan melibatkan tiga kanal baru, yaitu Bukalapak, Tokopedia, dan Finnet, sebagai sektor e-commerce.
Dengan begitu, total bank, pos, dan lembaga persepsi yang dapat melayani pembayaran pembelian SBR menjadi 86 perusahaan.
"Kami ingin lebih banyak mengundang para fintech tersebut karena kami ingin salah satu target kami yakni investor baru yang merupakan para generasi milenial," imbuh Luky.
Ia menuturkan, dengan melibatkan sektor e-commerce, diharapkan akan semakin meningkatkan investor dari kalangan milenial sebab mereka tidak harus datang ke bank.
"Kalau dulu masih offline, investor datang ke bank, jadi seolah ini instrumen untuk orang kaya. Sekarang kapan pun dan di mana pun dengan handphone bisa berinvestasi," tandasnya.
Meski demikian, jika dilihat dari segi nominal pembelian pada SBR, Luky mengatakan generasi tradisi-onalis dan generasi baby boomers tetap mendominasi karena biasanya generasi milenial memilih pembelian senilai Rp1 juta.
Saat penerbitatan Sukuk terakhir, ada 1.006 investor milenial yang membeli Rp1 juta.
Bidik sosialita
Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan Loto Srinaita Ginting mengajak ibu-ibu sosialita untuk berinvestasi.
"SBR tidak dijual kepada asing karena asing akan borong semua itu. Kita tawarkan kepada investor domestik supaya SBR kita dibeli oleh ibu-ibu", kata dia.
Selain generasi milenial yang mendominasi, kaum sosialita pun sudah banyak yang paham dengan jenis investasi yang aman, mudah, dan terjangkau. Apalagi, SBR008 bebas dari risiko gagal bayar.
"Kalau kita ingin mendukung pembangunan, kita beli SBR. Investasi ini dijamin UU", tambahnya.
Reta, seorang ibu rumah tangga, juga mengisahkan bagaimana dia ikut berinvestasi SBR. Awalnya dia belum begitu paham. Namun, setelah diberi arahan, pada akhirnya Reta ikut berinvestasi dan bisa mendapatkan kupon setiap bulannya.
"Tahun lalu ikut SBR004. Ke bank dan bank melayani saya mengisi data. Jadi, setiap bulan sudah bisa menikmati kupon," tukasnya.(Ant/E-1)
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional di tengah konflik Timur Tengah.
Pasar saham akan dibayangi sentimen risk off. Hal itu menyusul memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah pascaserangan terkoordinasi AS-Israel terhadap Iran.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Ketidaksinkronan antara data administratif dan realitas pasar ini menjadi salah satu alasan mengapa lembaga internasional mulai mempertanyakan kredibilitas tata kelola ekonomi nasional.
Jumlah investor pasar modal mencapai 20 juta pada akhir 2025, hanya 5% dari total penduduk Indonesia.
PRESIDEN Prabowo Subianto bertemu dengan petinggi perusahaan global di Amerika Serikat, Jumat (20/2) waktu setempat. Dalam pertemuan itu Indonesia memperkuat sistem investasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved