Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) mengusulkan kuota penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar 110 ribu unit pada tahun depan.
Angka tersebut jauh di atas kuota yang ditentukan pada tahun ini yang hanya 68.858 unit.
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PU-Pera Khalawi Abdul Hamid mengatakan jumlah itu sudah cukup besar.
Untuk memastikan penyaluran berjalan mulus, PT Bank Tabungan Negara (BTN) akan diberi kepercayaan menyalurkan 95% dari total kuota FLPP pada 2020.
"BTN 95% karena mereka memang spesialisasi di situ," ujar Khalawi di Jakarta, Kamis (29/8).
Baca juga: Proyeksi Biaya Awal Infrastruktur Rp865 Miliar
Pada tahun ini, BTN hanya diberikan jatah penyaluran FLPP sebanyak 28.744 unit.
Alhasil, baru pertengahan tahun, perseroan sudah kehabisan kuota dan tidak bisa menyalurkan KPR dengan skema tersebut.
Sementara, kuota di perbankan lain terutama bank-bank pembangunan daerah tidak kunjung habis lantaran kinerja penyaluran yang buruk.
Pemerintah pun mengalihkan kuota FLPP dari 17 bank yang memiliki realisasi penyaluran belum menyentuh 50% dari alokasi yang diberikan.
Kuota mereka diberikan kepada bank-bank yang menunjukkan performa lebih bagus seperti Bank Tabungan Negara (BTN).
Direktur Konsumer BTN Budi Satria mengatakan pihaknya memang telah menerima pengalihan kuota sebanyak 1.900 unit namun itu pun diperkirakan habis September karena banyaknya peminat FLPP. (OL-2)
BTN mencatat portofolio kredit perumahan Rp328,4 triliun hingga akhir 2025. KPR subsidi tumbuh 10% jadi Rp191,2 triliun, non-subsidi naik 6,7% jadi Rp113 triliun.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperluas akses hunian terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan produk KPR fix berjenjang ini memang salah satunya dikhususkan untuk generasi muda.
KENAIKAN harga rumah yang terus tinggi menjadi salah satu faktor harga rumah semakin sulit terjangkau, termasuk oleh gen Z. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan sangat minim.
OJK menegaskan hanya segelintir calon debitur KPR dengan skema FLPP terkendala akibat catatan di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved