Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pertamina Targetkan Tutup Kebocoran Oktober

(Aiw/Ant/E-3)
28/8/2019 06:20
Pertamina Targetkan Tutup Kebocoran Oktober
Incident Management Team Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), Taufik Aditiyawarman memberikan paparan(ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/)

Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) masih terus berupaya menutup kebocoran pada sumur YYA-1 yang berada di Karawang, Jawa Barat. Incident Commander Proyek YYA-I Taufik Adityawarman menargetkan penutupan sumur dapat dilakukan pada awal Oktober mendatang.

"Jadi ada beberapa rencana optimistis dan realistik. Insya Allah kalau misalkan semua berjalan lancar sesuai dengan rencana, sebelum 8 Oktober itu sumur akan kita tutup. Mohon doa restunya saja dari kawan-kawan," tutur Taufik dalam konferensi pers di PHE Tower, Jakarta, Senin (26/8).

Lebih lanjut Taufik mengatakan masih dibutuhkan proses untuk melakukan pengeboran relief well YYA-1RW.

"Kebocoran belum selesai ditangani karena relief well satu-satunya cara menutup semburan. Nah relief well itu targetnya (pengeboran) di 9.030 feet. Saat ini, per tadi pagi saya dapat laporan dari kawan-kawan, relief itu baru di 6.936 feet sehingga masih ada proses untuk menuju ke sana," jelasnya.

Terkait volume tumpahan minyak, Taufik tak dapat memastikan apakah jumlahnya berkurang atau tidak karena adanya re-servoar. Dia mengatakan berdasarkan grafik hasil tangkapan tumpahan setiap hari, saat ini hasil tangkapannya lebih banyak sampai ada yang pada 24 Agustus itu bisa 1.000 barel per hari.

"Saya melihatnya bahwa hasil tangkapan itu mungkin sudah lebih maksimal kita recover. Cuma yang keluar dari sumur, saya tidak bisa bilang bahwa terus berkurang karena itu kan ada reservoar di bawahnya," terang dia.

Menurut VP Relations Pertamina Hulu Energi (PHE) Ifki Sukarya, saat ini pengeboran relief well YYA-1RW telah menembus kedalaman 6.390 feet atau 1.947 meter atau dari target 9.000 feet atau 2.765 meter.

"Kami akan mengontrol sumur YYA-1 melalui sumur baru YYA-1RW ini sehingga nanti bisa secepatnya menutup sumur agar tidak lagi menumpahkan minyak," ujar Ifki.

Untuk pengeboran tersebut, PHE memakai jasa perusahaan Amerika Serikat. (Aiw/Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya