Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) masih terus berupaya menutup kebocoran pada sumur YYA-1 yang berada di Karawang, Jawa Barat. Incident Commander Proyek YYA-I Taufik Adityawarman menargetkan penutupan sumur dapat dilakukan pada awal Oktober mendatang.
"Jadi ada beberapa rencana optimistis dan realistik. Insya Allah kalau misalkan semua berjalan lancar sesuai dengan rencana, sebelum 8 Oktober itu sumur akan kita tutup. Mohon doa restunya saja dari kawan-kawan," tutur Taufik dalam konferensi pers di PHE Tower, Jakarta, Senin (26/8).
Lebih lanjut Taufik mengatakan masih dibutuhkan proses untuk melakukan pengeboran relief well YYA-1RW.
"Kebocoran belum selesai ditangani karena relief well satu-satunya cara menutup semburan. Nah relief well itu targetnya (pengeboran) di 9.030 feet. Saat ini, per tadi pagi saya dapat laporan dari kawan-kawan, relief itu baru di 6.936 feet sehingga masih ada proses untuk menuju ke sana," jelasnya.
Terkait volume tumpahan minyak, Taufik tak dapat memastikan apakah jumlahnya berkurang atau tidak karena adanya re-servoar. Dia mengatakan berdasarkan grafik hasil tangkapan tumpahan setiap hari, saat ini hasil tangkapannya lebih banyak sampai ada yang pada 24 Agustus itu bisa 1.000 barel per hari.
"Saya melihatnya bahwa hasil tangkapan itu mungkin sudah lebih maksimal kita recover. Cuma yang keluar dari sumur, saya tidak bisa bilang bahwa terus berkurang karena itu kan ada reservoar di bawahnya," terang dia.
Menurut VP Relations Pertamina Hulu Energi (PHE) Ifki Sukarya, saat ini pengeboran relief well YYA-1RW telah menembus kedalaman 6.390 feet atau 1.947 meter atau dari target 9.000 feet atau 2.765 meter.
"Kami akan mengontrol sumur YYA-1 melalui sumur baru YYA-1RW ini sehingga nanti bisa secepatnya menutup sumur agar tidak lagi menumpahkan minyak," ujar Ifki.
Untuk pengeboran tersebut, PHE memakai jasa perusahaan Amerika Serikat. (Aiw/Ant/E-3)
Pertamina menegaskan BBM subsidi untuk nelayan terbagi dalam JBT, JBKP, dan JBU. Nelayan perlu memahami perbedaannya agar akses BBM tepat sasaran.
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyebut kegiatan bermain golf yang dilakukannya saat menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) sebagai hal yang lumrah.
Ahok menyatakan tidak pernah mendapat laporan mengenai hal tersebut. Ahok mengaku tidak mengenal Riza Chalid.
AhokĀ mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan subsidi energi yang selama ini diterapkan pemerintah.
Ahok membongkar potensi keuntungan jumbo yang menguap akibat tidak dijalankannya transformasi sistem subsidi energi.
Menjawab pertanyaan jaksa, Ahok yang merupakan Komisaris utama Pertamina periode 2019-2024 mengaku belum bergabung dengan Pertamina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved