Selasa 27 Agustus 2019, 19:17 WIB

Pemindahan Ibu Kota Kerek Saham Sekor Industri Dasar dan Properti

Atalya Puspa | Ekonomi
Pemindahan Ibu Kota Kerek Saham Sekor Industri Dasar dan Properti

MI?Adam Dwi
Pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia

 

DIUMUMKANNYA lokasi pemindahan ibu kota negara oleh Presiden Joko Widodo ikut mengerek sahan-saham sektor industri dasar dan properti di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hal itu turut berkontribusi pada menguatnya Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) ke level 6.278,17 atau naik 63,66 poin (1,02%) pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (27/8).

Saham-saham emiten sektor industri dasar tercatat menguat hingga 3,35% dan saham emiten properti naik 1,25%. Saham INTP (+3.55%) dan CPIN (+3.02%) memimpin penguatan pada sektor industri dasar sedangkan saham PPRO (+17.65%) dan APLN (+7.73%) memimpin penguatan pada sektor property.

Sejalan dengan itu, mayoritas indeks saham di Asia meguat dengan Indeks Nikkei (+0.96%), TOPIX (+0.79%) dan Shanghai (+1.36%) kecuali Hangseng (-0.06%) yang bergerak melemah tipis karena sentimen dari kerusuhan antipemerintah yang meningkat.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengungkapkan, penguatan IHSG hari ini yang didukung oleh saham sektor industri merupakan cerminan dari optimisme pasar terhadap pemindahan Ibu Kota baru ke Kalimantan Timur.

Baca juga : Ini Strategi Pemerintah Dongkrak Tax Ratio 11,5% di 2020

"Optimisme dari pertumbuhan penjualan property akibat dari sentimen dovishnya suku bunga dalam negeri serta perpindahan ibu kota Indonesia yang memicu pembangunan-pembangunan di Kalimantan menjadi salah satu katalis," kata Lanjar dalam riset hariannya, Selasa (27/8).

Pada perdagangan har ini, Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp171.28 Miliar mengiringi pergerakan nilai tukar rupiah (-0.08%) melemah kelevel Rp14.255 per dolar AS.

Meskipun pada perdagangan hari ini IHSG begerak di zona hijau, Lanjar mengungkapkan IHSG terlihat tertahan pada level resistance Moving Average 200 hari sehingga berpotensi memberikan tekanan aksi jual pada perdagangan selanjutnya apabila tidak mampu break out resistance dilevel tersebut.

"Indikator Stochastic dan RSI terkonsolidasi positif dengan peluang penguatan yang terbatas. Sehingga kami perkirakan IHSG akan bergerak tertahan pada resistance MA200 dan berpotensi melemah terbatas dengan support resistance 6248-6327," jelasnya.

Adapun, Lanjar merekomendasikan saham-saham yang menarik secara teknikal, antara lain INKP, WSBP, WTON, CPIN, MAIN, HMSP, BBNI, INCO, ADHI, SCMA, ERAA. (OL-7)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Ammana-KORPRI Beri Akses Pendanaan Syariah bagi ASN

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Minggu 29 November 2020, 03:48 WIB
Pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal III-2020 salah satunya ditopang oleh sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah...
Dok. Diamondland

Diamondland Bangun Apartemen Low Rise di DepokĀ 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Minggu 29 November 2020, 03:15 WIB
Sebagai daerah penyangga Jakarta, Depok juga punya banyak fasilitas bak kota metropolitan. Misalnya, ada mal serta fasilitas kesehatan dan...
Ist

Manufacturing Indonesia Gairahkan Kembali Industri Manufaktur

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 November 2020, 23:55 WIB
Program hybrid Pamerindo diimplementasikan melalui platform Business Meeting dan Digital Showroom yang didukung smart environment...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya