Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
USAI diiumumkannya data pertumbuhan ekonomi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jusrtu anjlok 164,48 poin atau 2,59% ke level 6.175,70.
Meskipun rilis data ekonomi menyatakan pertumbuhan ekonomi kuartal II melemah menjadi 5,07%, hal itu dinilai bukanlah penyebab dari melemahnya IHSG pada perdagangan hari ini.
Pengamat Pasar Modal Teguh Hidayat mengungkapkan, pergerakan IHSG cenderung dipengaruhi oleh bayang-bayang kondisi perekonomian global.
"Peetumbuhan ekonomi tidak begitu berpengaruh pada pergerakan IHSG. Karena angkanya masih cukup bagus di 5%. Tapi lihat juga dalam kondisi ekonomi global, di sana masih belum stabil. Ada perang dagang, dan harga komoditas juga turun," kata Teguh kepada Media Indonesia, Senin (5/8).
Baca juga : Tak Ada Momen Khusus, Konsumsi Rumah Tangga Bakal Melambat
Di sisi lain, dari dalam negeri Teguh menilai hal yang paling berpengaruh pada pergerakan investor yakni dari rilis laporan keuangan emiten yang tidak sesuai dengan ekspektasi pasar.
"Kinerja emiten yang terdaftar di BEI rata-rata memang kurang bagus. Laba Astra turun, BNI naik tipis, dan perusahaan kecil banyak yang kinerjanya dari sisi laba turun," tuturnya.
Karenanya, Teguh menilai wajar apabila pergerakan IHSG cenderung berada di zona merah.
Dirinya memprediksi, pergerakan IHSG akan terus membaik apabila emiten dipatok harga rendah, sesuai dengan kinerjanya.
"Kinerja emiten yang kurang bagus, memang seharusnya saham-sahamnya dihargai pada valuasi yang rendah. Saya sebagai investor maunya pasar turun dan sekarang masih cenderung menahan untuk beli," tuturnya. (OL-7)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved