Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
DANA sebesar Rp1,7 miliar masih tersangkut di rekening nasabah Bank Mandiri akibat gangguan sistem yang terjadi Sabtu (20/7).
Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas mengungkapkan, uang sebesar Rp10 miliar yang sebelumnya masuk ke dalam rekening nasabah sebagian besar telah dikembalikan. Kini hanya tersisa Rp1,7 miliar yang masih belum dikembalikan 37 nasabah.
"Prosesnya yang Rp10 miliar itu kalau enggak salah tinggal Rp1,7 miliar," kata Rohan Hafas saat ditemui di Kantornya, Jumat (2/8).
Baca juga: BI Sebut Tekanan Inflasi Jakarta Bulan lalu Berkurang
Rohan menuturkan, sebagian dari nasabah tersebut masih ada yang berada di luar negeri. Ia optimistis persoalan ini akan selesai maksimal dalam 10 hari.
"Itu ada yang pergi-pergi ke luar negeri nanti aja. Kan dari Rp10 miliar ke Rp1,7 miliar ya habislah sebentar lagi," tuturnya.
Rohan memastikan bahwa Bank Mandiri tidak akan memberi sanksi pada nasabah yang masih memegang dana tersebut, karena mereka ialah pelanggan loyal perusahaan. Di sisi lain, ia juga mengapresiasi para nasabah yang telah mengembalikan dana bank.
"Nasabah kita udah lama kenalan di cabang-cabang dan kita juga udah saling kenal. Ini jadi ini cuman ngobrol-ngobrol aja, say thank you juga yang udah ngembaliin," pungkasnya. (OL-8)
Bank Mandiri Jawa Barat menyiapkan uang tunai sebesar Rp4,58 triliun untuk pengisian ATM/CRM pada periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026.
Bank Mandiri kembali mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan
Dalam ajang ini, Bank Mandiri memberi dukungan sebagai official bank partner.
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Bank Mandiri 12.900 unit ATM/CRM serta 322.000 mesin EDC yang tersebar di seluruh Indonesia guna mendukung kelancaran transaksi nasabah.
Laporan keuangan bulanan (bank only) dari Bank Mandiri Januari 2026 mencatat realisasi kredit perseroan tumbuh 15,62% secara tahunan (year on year) menjadi Rp1.511,4 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved