Jumat 02 Agustus 2019, 22:15 WIB

BI Sebut Tekanan Inflasi Jakarta Bulan lalu Berkurang

Ferdian Ananda Majni | Ekonomi
BI Sebut Tekanan Inflasi Jakarta Bulan lalu Berkurang

(MI/ROMMY PUJIANTO)
Ilustrasi BI Sebut Tekanan Inflasi Jakarta Bulan lalu Berkurang

 

TEKANAN inflasi di ibu kota pada bulan lalu kembali turun seiring berkurangnya permintaan masyarakat. Inflasi IHK pada Juli lalu tercatat sebesar 0,25%,  melanjutkan tren penurunan sejak dua bulan lalu, yakni masing-masing sebesar 0,59% pada Mei dan 0,47% pada Juni.

"Lebih rendahnya tekanan inflasi dibandingkan bulan sebelumnya didorong oleh penurunan inflasi pada hampir seluruh kelompok pengeluaran, serta deflasi yang masih berlanjut pada kelompok pengeluaran Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (2/8)

Dia memaparkan kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan inflasi adalah kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga seiring pola musiman tahun ajaran baru.

Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK tahun kalender sampai dengan Juli  tercatat sebesar 2,38%, atau secara tahunan sebesar 3,48%, sedikit lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 3,49%.

Baca juga Cabai Jadi Biang Kerok Inflasi Juli :

"Pada akhir tahun 2019, tingkat inflasi Jakarta diprakirakan tetap mendukung pencapaian sasaran inflasi nasional sebesar 3,5% atau lebih kurang 1%," sebutnya.

Berkurangnya tekanan inflasi pada kelompok Bahan Makanan juga berkontribusi terhadap penurunan inflasi bulan lalu. Kelompok ini tercatat mengalami inflasi sebesar 0,86%, lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada bulan Juni 2019 yang tercatat sebesar 1,30%.

Lebih rendahnya inflasi kelompok ini, kata pria yang akrab disapa Ponco disumbang oleh deflasi pada beberapa kebutuhan pangan pokok masyarakat, seperti pada komoditas beras, daging sapi, serta bawang merah dan bawang putih.

Di sisi lain, cukup tingginya tingkat inflasi pada subkelompok bumbu-bumbuan yang mencapai 8,89% menjadi faktor yang menahan inflasi kelompok bahan makanan untuk turun lebih rendah lagi.

Tingginya inflasi subkelompok bumbu-bumbuan disebabkan oleh meningkatnya inflasi komoditas cabai merah dan cabai rawit, masing-masing sebesar 28,21% dan 45,96%, yang didorong oleh gangguan pasokan karena faktor cuaca.

Sedangkan deflasi pada kelompok pengeluaran Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan turut berkontribusi pada rendahnya tingkat inflasi.

Menurutnya, kelompok ini pada Juli lalu tercatat kembali mengalami deflasi, yaitu sebesar -0,27% melanjutkan deflasi dari bulan sebelumnya yang tercatat -0,48%.

Masih berlanjutnya deflasi pada kelompok Transpor di bulan Juli 2019 disebabkan oleh deflasi pada komoditas-komoditas transportasi umum, antara lain pada tarip angkutan udara dan tarip kereta api seiring berlalunya momen libur anak sekolah. (Fer/A-3)

Baca Juga

DOK: SINARMAS LAND

Sinar Mas Land Siapkan Bantuan 25.000 Alat Uji Covid-19

👤RO 🕔Selasa 07 April 2020, 21:10 WIB
Puluhan ribu rapid test kit tersebut rencananya diserahkan ke Kementerian Kesehatan sebanyak 12.500 alat dan sisanya ke sejumlah pemerintah...
Antara

Menteri PUPR Bakal Minta Relaksasi Pembayaran Kewajiban Jalan Tol

👤Antara 🕔Selasa 07 April 2020, 20:49 WIB
Jalan tol mengalami penurunan sekitar 40 sampai dengan 60 persen dari LHR pada hari-hari...
Antara

Pemerintah Percepat Program Padat Karya Tunai

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 07 April 2020, 20:08 WIB
Kementerian Koordinator Perekonomian tengah menyiapkan sejumlah program guna melindungi masyarakat dari dampak penyebaran virus korona...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya