Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengibaratkan inflasi layaknya tekanan darah. Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), inflasi tidak boleh terlalu tinggi ataupun terlalu rendah.
"Pertemuan hari ini yang khusus membicarakan bagaimana kita menjaga inflasi itu terjaga tingkat stabilitasnya. Inflasi itu seperti tekanan darah, kalau tinggi kita bisa pingsan," tutur Jusuf Kalla (JK) saat memberikan arahan di Rakornas TPID di Jakarta, Kamis (25/7).
Jusuf Kalla mencontohkan dampak dari inflasi yang sudah sangat tinggi atau dikenal dengan hiperinflasi seperti di Venezuela. Menurut Jusuf Kalla, hal itu membuat struktur ekonomi ambruk.
JK menambahkan untuk membeli roti saja harus membawa segepok uang. Situasi tersebut pun pernah dialami Indonesia pada tahun 1965 dengan inflasi mencapai 600%.
Ia juga mengingatkan tekanan darah yang terlalu rendah akan berbahaya dan membuat pingsan.
"Jadi tekanan darah yang bagus itu di tengah-tengah 120 atau 130 jangan 200 atau 300, itu pingsan nanti," ujar Jusuf Kalla disambut tawa para hadirin.
Ia mencontohkan seseorang dengan gaji Rp10 juta bisa mengonsumsi beras, ikan dan lainnya dalam sebulan dan menghabiskan sekitar Rp2 juta. Begitu inflasi naik harga tiba tiba menjadi Rp4 juta, ini akan berdampak ke penurunan daya beli karena pendapatannya terasa menurun sehingga merasa miskin hingga tidak bayar pajak.
"Kalau terjadi deflasi, pengusaha yang rugi, kalau pengusaha rugi dia bisa PHK tak beri pendapatan ke orang juga, bisa susah juga. Ingat tekanan darah anda (Kepala Daerah) kalau inflasi, harus stabil," tutur Jusuf Kalla.
Baca juga: BI Sebut Naiknya Harga Cabai Picu Inflasi Juli 2019
Oleh sebab itu, yang terpenting adalah bagaimana menjaga agar inflasi terjaga di tingkat rendah. Namun bukan berarti tidak ada inflasi sebagai suatu hal yang bagus, sebab ekonomi akan lesu dan tidak ada semangat pada akhirnya akan membahayakan.
Terkait inflasi bukan perkara sekadar terjadinya kenaikan harga, namun harga terus menerus naik dalam kurun tertentu secara umum akibat adanya ketidakseimbangan antara uang dan barang.
JK mencontohkan jika harga cabai naik itu bukan inflasi, tetapi kenaikan harga. Meski nantinya akan menjadi bagian instrumen untuk menghitung inflasi.
Inflasi terjadi kalau semua harga naik, tetapi yang dihitung sebagai inflasi dari Indeks Harga Konsumen (IHK) atau kenaikan harga konsumen. Misalnya beras, minyak tanah, kedelai, jagung dan lainnya.
"Inflasi Itu hanya IHK, indeks harga konsumsi. Jadi jangan asal harga naik langsung bertindak, sweeping. Kalau IHK naik terus menerus dalam kurun waktu tertentu itu inflasi. Ini agar kita mengetahui apa ukurannya," pungkas Jusuf Kalla.(OL-5)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
WAKIL Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menceritakan perbedaan penanganan tsunami Aceh pada 2004 silam dengan banjir yang melanda Sumatra pada tahun ini.
Jusuf Kalla menegaskan bantuan asing ke Aceh diperbolehkan selama untuk kemanusiaan dan terkoordinasi. PMI fokus pada logistik dan kebutuhan dasar warga terdampak.
Jusuf Kalla menekankan pentingnya penanganan cepat dampak banjir, khususnya penumpukan kayu di sungai, serta mendorong pemanfaatan kayu bernilai guna untuk membantu masyarakat
KETUA Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) meminta agar permasalahan lautan kayu dari banjir Sumatra untuk segera diselesaikan. Kayu yang memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan.
Masjid perlu terus dimakmurkan dan dimanfaatkan sebagai sarana membangun masyarakat yang religius sekaligus mandiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved