Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
KUNCI untuk keluar dari middle income trap atau jebakan negara berpendapatan menengah adalah dengan menggenjot investasi.
Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad mengatakan, bila hanya mengandalkan belanja pemerintah saja, justru Indonesia akan semakin terjebak dalam middle income trap
"Kuncinya adalah investasi yang besar dari swasta dan masyarakat harus tumbuh 2 digit, kalau mengandalkan belanja pemerintah melalui APBN maka berat," kata Tauhid kepada Media Indonesia, Selasa (16/7).
Investasi yang harus digenjot, sambungnya, adalah investasi pada industri yang memiliki nilai tambah tinggi dan berorientasi ekspor.
Dalam menggenjot investasi, katanya, pemerintah perlu membenahi pelayanan perizinan terutama terkait tata ruang dan pertanahan agar lebih cepat, murah dan mudah.
Baca juga : Sistem Politik tidak Terlalu Pengaruhi Minat Investor
Selain itu, kata Tauhid, pemerintah juga perlu memberikan insentif fiskal secara khusus bagi UMKM. Pasalnya, fasilitas super deduction tax yang diberikan saat ini hanya menguntungkan usaha besar yang mempunyai capital.
Juga, menurutnya, revisi UU ketenagakerjaan perlu dilakukan untuk meningkatkan investasi.
"Perbaiki UU Ketenagakerjaan, khususnya mengenai sistem pengupahan yang berbasis produktivitas," katanya.
Selain investasi, lanjut dia, pemerintah juga perlu meningkatkan produktivitas tenaga kerja sebagai upaya untuk keluar dari middle income trap.
Pasalnya, peningkatan produktivitas akan mendorong peningkatan daya beli masyarakat sehingga konsumsi kemudian akan meningkat.
Menurutnya, ekspor harus digenjot pada komoditas yang berbasis inovasi dan teknologi serta mengandalkan komoditas sumber daya alam. (OL-7)
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga ini diperkuat oleh stimulus pemerintah melalui berbagai penyaluran sejumlah bantuan
PEMERINTAH pusat dan pemerintah daerah memperkuat sinergi kebijakan melalui Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 guna merealisasikan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
Kondisi tersebut berubah pada era Presiden Joko Widodo. Pemerintah, kata Purbaya, gencar membangun infrastruktur di berbagai wilayah. N
Ketidakpastian global akibat meningkatnya risiko geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia masih menjadi tantangan utama pada 2026.
Allianz Global Investors (AllianzGI) menilai perekonomian global memasuki 2026 dalam kondisi yang masih tertekan, namun menunjukkan ketahanan yang relatif solid.
GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan berdasar kajian kondisi perekonomian sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan berada pada kisaran 4,7%-5,5%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved