Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perdagangan Republik Indonesia (RI) Enggartiasto Lukita melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Turki Ruhsar Pekcan di Ankara pada Jumat (12/7) waktu setempat.
Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri segera membahas isu-isu substansial terkait status perdagangan bilateral, kelanjutan perundingan Trade in Goods Agreement dalam kerangka Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA), masalah pengamanan perdagangan, dan kolaborasi usaha.
"Kita sampaikan bahwa dalam dialog bisnis di Istanbul kemarin, pelaku usaha kedua negara menekankan pentingnya penyelesaian segera perundingan IT-CEPA di tengah ketidakpastian perdagangan global saat ini. Menteri Perdagangan Turki sepakat agar momentum ini dimanfaatkan untuk lebih mendekatkan hubungan ekonomi kedua negara," kata Enggar dalam keterangan resmi, Sabtu (13/7).
Baca juga: Indonesia-Australia Sepakat Percepat Proses Ratifikasi IA-CEPA
Dalam pertemuan yang turut dihadiri jajaran pejabat tinggi Turki tersebut, kedua menteri bersepakat untuk menugaskan kedua tim perunding untuk mulai meningkatkan kontak guna mempersiapkan perundingan putaran keempat yang direncanakan pada Oktober 2019.
Persiapan tersebut mencakup pelaksanaan teleconference antara Jakarta dan Ankara mulai Agustus untuk memastikan bahwa kedua tim siap mencatatkan kemajuan sebelum akhir 2019.
"Pada prinsipnya tim runding Indonesia siap untuk melakukan pertemuan bulan Agustus atau September, namun pihak Turki mengusulkan perundingan putaran keempat dilakukan pada Oktober," jelas Enggar.
Selain itu, Enggar juga menyampaikan permintaan agar Turki lebih selektif dalam menerapkan langkah pengamanan perdagangan (antidumping, anticircumvention, maupun safeguard).
Dirinya mengusulkan agar korespondensi dalam proses investigasi dilakukan dalam bahasa Inggris, dan tindakan antidumping dan pengamanan perdagangan lainnya yang saat ini dikenakan pada Indonesia dapat diterminasi bila sudah memasuki usia 10 tahun.
"Menteri Perdagangan Turki menyatakan bahwa kebijakan pengamanan perdagangannya telah sesuai dengan ketentuan di WTO, namun setelah kita jelaskan sejumlah kesulitan yang dihadapi Indonesia dalam proses investigasi, Menteri Perdagangan Turki sepakat untuk menugaskan timnya guna membahas hal ini dalam konteks perundingan CEPA," tambah Enggar.
Kedua menteri juga sepakat untuk mendorong dialog bisnis antara kedua negara secara lebih intensif dengan target yang jelas. Baik Indonesia maupun Turki memandang mitranya sebagai potential hub untuk memasuki pasar di kawasan masing-masing.
Untuk itu, kedua menteri berharap CEPA yang sedang dirundingkan saat ini dapat menjadi insentif untuk mendorong tidak saja perdagangan kedua negara, tetapi juga investasi dua arah yang saling menguntungkan.
Duta Besar LBBP RI di Ankara, Lalu Muhamad Iqbal, juga hadir dalam pertemuan bilateral tersebut. Iqbal menjelaskan bahwa produk Indonesia sangat kompetitif di Turki.
"Kondisi ekonomi dunia saat ini menyebabkan perekonomian Turki lebih terdampak dibandingkan Indonesia. Sebaliknya kinerja ekonomi Indonesia yang relatif baik telah menarik perhatian pelaku bisnis Turki untuk bermitra dengan Indonesia baik di bidang perdagangan maupun investasi. Apabila terwujud, CEPA antara kedua negara dapat mendongkrak nilai perdagangan kedua negara dan mendorong investasi dua arah," ujar Iqbal.
Sebagai informasi, berdasarkan data yang diolah Kemendag, total perdagangan Indonesia-Turki pada 2018 tercatat sebesar US$1,79 miliar. Nilai tersebut naik dibandingkan 2017 yang senilai US$1,70 miliar.
Adapun pada 2018 Indonesia meraih surplus US$634,9 juta dengan nilai ekspor sebesar US$1,81 miliar dan impor US$611,5 juta.
Sementara itu, untuk periode Januari-April 2019 total perdagangan kedua negara mencapai US$503,7 juta dengan ekspor Indonesia sebesar US$381 juta dan impor sebesar US$122,7 juta. (X-15)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja positif, menguat tipis sebesar 2,68 poin.
Anjloknya harga emas pada perdagangan hari ini memberikan tekanan langsung terhadap sentimen saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG mengakhiri perdagangan Selasa sore di zona merah. Tekanan jual muncul seiring investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur dan cuti bersama Natal.
Sektor non-migas menjadi pendorong utama surplus perdagangan Batam pada September 2025, dengan mesin dan peralatan listrik (HS 85) mendominasi ekspor dengan nilai US$831,02 juta.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan pentingnya dukungan terhadap investasi asing sebagai bagian dari upaya mempercepat kemakmuran nasional.
Indonesia mendorong penyelesaian perundingan reviu ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA) pada akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved