Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira memprediksi cadangan devisa Indonesia berpotensi mengalami penurunan.
Penyebabnya antara lain, penurunan kinerja ekspor, jumlah turis wisatawan mancanegara melambat, pembayaran utang jatuh tempo dan bunga korporasi.
Namun begitu, Bhima menyatakan cadangan devisa tidak akan turun begitu besar.
"Tapi penurunan cadev tidak akan terlalu besar seiring rupiah yang masih terjaga stabil," kata Bhima kepada Media Indonesia, Jumat (5/7).
Baca juga: BI Prediksi Neraca Pembayaran Surplus US$3 Miliar
Guna menjaga tingkat cadangan devisa, jelanya, pemerintah perlu melakukan serangkaian upaya.
"Cara jaga cadangan devisa yakni melalui peningkatan laju ekspor ke negara nontradisional, mencari celah perang dagang, genjot kunjungan wisman lewat promosi dan event-event, terakhir kendalikan laju utang luar negeri," tukas Bhima.
Seperti diketahui, Bank Indonesia mencatat adanya kenaikan devisa menjadi US$123,8 miliar pada akhir Juni 2019. Angka tersebut meningkat dibanding dengan posisi pada akhir Mei 2019 yang sebesar US$120,3 miliar. (OL-8)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved