Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Cadangan Devisa Diprediksi Turun

Atalya Puspa
05/7/2019 17:20
Cadangan Devisa Diprediksi Turun
Bhima Yudhistira, Ekonom Indef(MI/Permana)

EKONOM Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira memprediksi cadangan devisa Indonesia berpotensi mengalami penurunan.

Penyebabnya antara lain, penurunan kinerja ekspor, jumlah turis wisatawan mancanegara melambat, pembayaran utang jatuh tempo dan bunga korporasi.

Namun begitu, Bhima menyatakan cadangan devisa tidak akan turun begitu besar.

"Tapi penurunan cadev tidak akan terlalu besar seiring rupiah yang masih terjaga stabil," kata Bhima kepada Media Indonesia, Jumat (5/7).

Baca juga: BI Prediksi Neraca Pembayaran Surplus US$3 Miliar

Guna menjaga tingkat cadangan devisa, jelanya, pemerintah perlu melakukan serangkaian upaya.

"Cara jaga cadangan devisa yakni melalui peningkatan laju ekspor ke negara nontradisional, mencari celah perang dagang, genjot kunjungan wisman lewat promosi dan event-event, terakhir kendalikan laju utang luar negeri," tukas Bhima.

Seperti diketahui, Bank Indonesia mencatat adanya kenaikan devisa menjadi US$123,8 miliar pada akhir Juni 2019. Angka tersebut meningkat dibanding dengan posisi pada akhir Mei 2019 yang sebesar US$120,3 miliar. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Polycarpus
Berita Lainnya