Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan Indonesia siap menjalin kerja sama untuk meningkatkan kinerja organisasi perdagangan dunia (World Trade Organization/WTO).
Penegasan itu disampaikan saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang, yang dihelat pekan lalu.
Pada pertemuan tersebut, para pemimpin negara anggota G20 sepakat mengurangi ketegangan perdagangan global, bekerja sama secara konstruktif untuk melakukan reformasi WTO, dan memastikan kesetaraan dalam berkompetisi demi menciptakan iklim usaha yang baik.
"Reformasi WTO adalah hal yang sangat mendesak untuk dilakukan. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, dalam hal ini yang menjadi fokus dan prioritas Indonesia adalah mekanisme penyelesaian sengketa," ujar Enggartisto melalui keterangan resmi, Rabu (2/7).
Baca juga: Penyelesaian RCEP Bantu ASEAN Kelola Ketegangan Perdagangan
Dan untuk mewujudkan hal itu, lanjut dia, dibutuhkan komitmen dan kerja sama seluruh negara anggota.
"Sinergi harus dilakukan untuk memperbaiki sistem perdagangan multilateral supaya dapat memberikan manfaat bagi semua negara dan tetap relevan seiring dengan perkembangan zaman," tuturnya.
Sebagaimana diketahui, banyak negara yang mulai mengedepankan hambatan nontarif untuk memagari pasar dalam negeri mereka. Langkah itu dilakukan dengan menerapkan pemberlakuan standar, kesehatan, keselamatan, dan lingkungan hidup yang terkadang mengada-ada sehingga menyulitkan negara lain untuk melakukan ekspor ke negara tersebut
Sayangnya, persoalan itu terkadang diabaikan WTO sehingga menimbulkan ketidakadilan bagi negara-negara tertentu. (X-15)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia berkomitmen membeli BBM dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar sebagai bagian negosiasi dagang.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja positif, menguat tipis sebesar 2,68 poin.
Anjloknya harga emas pada perdagangan hari ini memberikan tekanan langsung terhadap sentimen saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG mengakhiri perdagangan Selasa sore di zona merah. Tekanan jual muncul seiring investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur dan cuti bersama Natal.
Sektor non-migas menjadi pendorong utama surplus perdagangan Batam pada September 2025, dengan mesin dan peralatan listrik (HS 85) mendominasi ekspor dengan nilai US$831,02 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved