Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) Regional DKI Jakarta optimistis pertumbuhan ekonomi DKI akan tumbuh sebesar 6,5%. Hal tersebut setelah adanya perhitungan asesmen yang dilakukan oleh BI.
Kepala BI DKI Jakarta, Hamid Ponco Wibowo, mengatakan dari hasil asesmen sampai akhir tahun pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sampai 6,4%. Sayangnya, pertumbuhan tersebut tidak didukung dengan tingkat pertumbuhan infrastruktur DKI yang mengalami penurunan sehingga berdampak pada ekonomi regional.
Baca juga: Buwas Tuding BPNT Diterapkan untuk Kepentingan Bisnis
"Terutama pada investasi Jakarta karena ada beberapa proyek pemerintah seperti MRT dan infrastruktur Asian games tinggi dan sekarang proyeknya tersebut sudah selesai dan secara alamiah mengalami perlambatan," kata Hamid Ponco dalam diskusi laporan perekonomian DKI di Hotel The Westin, Jakarta Selatan, Selasa (2/7).
Namun, dirinya mengaku dampak dari penurunan pembangunan infrastruktur menurun ini hanya berselang sementara dan akan kembali tinggi mengingat akan banyak investasi yang digelar di Jakarta.
"Artinya tahun lalu banyak infrastruktur yang bagun disini dan sekarang sebagian selesai. Dan ini hanya sementara. Oleh karena itu, tahun berikutnya kita optimis diakhir tahun 2019 kita tumbuh lebih tinggi lagi," ujar Hamid.
Nantinya pembangunan ekonomi ibu kota akan didorong dari 3 sektor yang sudah mendominasi pertumbuhan ekonomi Jakarta. "Untuk mendorong ekonomi Jakarta sebenarnya ada 3 sektor yang ekonomi dominan diantaranya perdagangan, manufaktur, dan investasi," paparnya.
Baca juga: Bulog Harap Penyaluran Beras Melalui BPNT Bisa 100%
Dari triwulan satu sendiri yang dominan konsumsi rumah tangga (perdagangan) hampir 60% dari PDB di Jakarta. Meski pertumbuhan ekonomi DKI mengalami perlambatan tahun ini, tetapi masih tinggi di antara daerah lainnya di Indonesia.
"Pertumbuhan ekonomi di triwulan satu ini relatif lebih tinggi dengan daerah lain di Indonesia pada triwulan satu tumbuh sekitar 6,4% ini disebabkan oleh beberapa sektor. Kuatnya sektor jasa yang melayani konsumsi rumah tangga sehingga pada triwulan pertama kita masih tumbuh 6,3%," jelas Hamid. (OL-6)
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga ini diperkuat oleh stimulus pemerintah melalui berbagai penyaluran sejumlah bantuan
PEMERINTAH pusat dan pemerintah daerah memperkuat sinergi kebijakan melalui Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 guna merealisasikan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
Kondisi tersebut berubah pada era Presiden Joko Widodo. Pemerintah, kata Purbaya, gencar membangun infrastruktur di berbagai wilayah. N
Ketidakpastian global akibat meningkatnya risiko geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia masih menjadi tantangan utama pada 2026.
Allianz Global Investors (AllianzGI) menilai perekonomian global memasuki 2026 dalam kondisi yang masih tertekan, namun menunjukkan ketahanan yang relatif solid.
GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan berdasar kajian kondisi perekonomian sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan berada pada kisaran 4,7%-5,5%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved