Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) menyambut baik langkah Cheil Jedang (CJ) Indonesia yang menggandeng koperasi-koperasi Tanah Air sebagai mitra bisnis mereka.
Sekretaris Kementerian KUKM Meliadi Sembiring mengungkapkan ada banyak koperasi di Indonsia yang memiliki potensi luar biasa. Koperasi tersebut menjadi wadah bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang memproduksi berbagai macam produk seperti makanan minuman (mamin), kriya dan lain sebagainya.
Hanya saja, karena keterbatasan modal, barang-barang yang dihasilkan memiliki mutu yang belum maksimal.
"Di situ CJ Indonesia masuk. Mereka bersedia bermitra sekaligus membantu koperasi-koperasi yang menjadi rumah bagi pelaku UMKM," ujar Meliadi di Jakarta, Kamis (27/6).
Baca juga: Media Group Apresiasi Bantuan CJ Indonesia untuk Korban Palu-Donggala
Sejak 2015, anak usaha CG Group asal Korea Selatan itu telah menggandeng lima koperasi dan tahun ini kembali merekrut dua koperasi yakni Koperasi Tani Manunggal asal Semarang, Jawa Tengah, yang bergerak di produksi kopi dan Koperasi Serba Usaha (KSU) Guyub Santoso asal Blitar, Jawa Timur, yang menggeluti bisnis cokelat.
"Mereka berkomitmen membantu menyediakan teknologi untuk keperluan produksi di sisi hulu dan membuka akses pasar di sisi hilir," tuturnya.
Sebagaimana diketahui, CJ Indonesia memiliki lebih dari 100 gerai Tous les Jours dan CGV di seluruh nusantara.
Terkait nilai bantuan yang diberikan, Meliadi menyebut angkanya sangat fleksibel, tergantung kebutuhan tiap-tiap koperasi.
Adapun, koperasi-koperasi yang dipilih untuk bermitra telah melalui program penyaringan yang ketat. Kementerian KUKM berperan sebagai pemberi rekomendasi dengan memberikan beberapa pilihan koperasi yang potensial.
"Setelah itu CJ Indonesia yang memutuskan. Mereka sendiri yang survey ke lapangan," tandasnya.(OL-5)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved