Senin 24 Juni 2019, 15:25 WIB

Kemajuan Pembangunan Sektor Pelabuhan di Era Jokowi Dipuji

Antara | Ekonomi
Kemajuan Pembangunan Sektor Pelabuhan di Era Jokowi Dipuji

Ist
Tokoh Pengusaha muda asal Kalimantan Selatan, Mardani H Maming

 

TOKOH pengusaha muda asal Kalimantan Selatan, Mardani H Maming, memuji kemajuan pembangunan sektor pelabuhan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Menurut Mardani, selain aspek kuantitas dengan terus membangun dan memperbaiki infrastruktur pelabuhan, pemerintah juga berhasil meningkatkan kualitas sistem kerja dan pelayanan pelabuhan yang sangat berpengaruh terhadap upaya menekan high cost economy yang sangat berpengaruh terhadap daya saing pengusaha nasional.

Mardani mencontohkan waktu tunggu (dwelling time) di pelabuhan yang sudah tidak bermasalah lagi.

"Dulu, waktu tunggu di pelabuhan bisa mencapai 15 hari, sekarang dwelling time di pelabuhan paling lama hanya 3 hari. Dwelling time selama tiga hari bisa menurunkan high cost economy dan meningkatkan daya saing pengusaha.

Namun ke depan kita harus dapat mempercepat waktu dwelling time menjadi 1 atau 2 kali 24 jam sehingga pelan tapi pasti kita bisa menyamai Singapura," ujar Mardani yang disebut-sebut sebagai calon kuat Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) tersebut, di Jakarta, Senin (24/6).

Mardani, yang juga terjun di bisnis kepelabuhan melalui perusahaannya PT Batulicin Enam Sembilan, menilai, pembangunan sektor pelabuhan yang giat dilaksanakan pemerintahan Jokowi sangat strategis bagi pembangunan ekonomi Indonesia.

"Dengan terus dibangunnya pelabuhan baru dan diperbaikinya kualitas pelabuhan-pelabuhan tua, ini akan strategis bagi upaya Indonesia untuk mengatasi biaya logistik yang selama ini masih sangat tinggi," kata Mardani.

Sebagai negara maritim, lanjut Mardani, sudah sepantasnya Indonesia menjadi pusat pengiriman dan poros perdagangan maritim dunia yang mampu menantang dominasi Singapura. Upaya mengalahkan dominasi Singapura tersebut, menurut dia, mulai terlihat.


Baca juga: Darmin: Surplus Nonmigas Tutup Defisit Migas


Seperti diberitakan, PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo II (Persero) mulai tahun lalu melaksanakan cargo consolidation, di mana menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok mejadi tempat konsolidasi kargo ekspor dan impor dari dan ke wilayah Indonesia.

Jika sebelumnya importir atau eksportir Indonesia ke Eropa atau Amerika Serikat dan beberapa negara Asia lainnya, harus mampir dulu ke Singapura untuk singgah yang kemudian berganti kapal besar, sekarang sudah bisa di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Ini sebuah langkah maju bagi dunia pelabuhan kita. Ke depan kita berharap jumlah konteiner yang dilayani di Pelabuhan Tanjung Priok juga terus meningkat minimal 800 ton," kata Mardani sambil berharap agar pemerintah dapat membentuk Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) khusus di pelabuhan sehingga di sana semua pelayanan perizinan dokumen dari berbagai kementerian dapat satu pintu dan pengurusannya selesai dengan cepat dan tepat.

Selain Tanjung Priok, menurut calon Ketum BPP Hipmi ini, Indonesia juga perlu memperluas titik titik layanan kapal kargo berorientasi ekspor, terutama di wilayah Indonesia Timur seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

"Dengan meratanya sistem pelayanan pelabuhan yang baik, maka komoditas ekspor di wilayah Indonesia Timur akan lebih optimal terkirim dengan waktu relatif pendek dan biaya yang lebih murah," jelas Mardani sambil menambahkan dirinya optimistis proyek pembangunan pelabuhan yang terus giat dilaksanakan pemerintahan Jokowi akan menjadikan Indonesia sebagai pusat perdagangan dunia yang baru dan mampu mengalahkan Singapura. (RO/OL-9)

Baca Juga

ANTARA/Erick Yusuf

Bersih-bersih BUMN, Erick Thohir: Ini Bukan Arogansi

👤Widhoroso 🕔Jumat 21 Januari 2022, 21:22 WIB
MENTERI BUMN Erick Thohir mengatakan program 'bersih-bersih' di lingkungan Kementerian BUMN jangan disalahartikan sebagai suatu...
DOK IST

Puluhan Kios Semi Permanen di Plaza Kuliner Direnovasi

👤Gana Buana 🕔Jumat 21 Januari 2022, 19:00 WIB
Bagian dari program...
Antara

Naikkan Gaji SP Pertamina, Direksi Dinilai Selamatkan Kepentingan Publik

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 21 Januari 2022, 18:34 WIB
Sebelumnya, FSBB sempat mengancam menggelar aksi mogok kerja karena menuntut kenaikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya