Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan di posisi 6% pada bulan ini. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan keputusan tersebut sudah mempertimbangkan kondisi ekonomi baik di luar maupun dalam negeri.
Baca juga: Usaha Mulai Lirik PLTS Atap
Tensi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang masih memanas menjadi salah satu pertimbangan utama karena sangat mempengaruhi perekonomian global dan volume perdagangan dunia.
Perkonomian di Negeri Paman Sam diperkirakan akan tumbuh lebih rendah dari yang diproyeksikan lantaran kinerja ekspor belum membaik. Di sisi lain, perekonomian Negeri Tirai Bambu juga diperkirakan masih akan melemah karena pertumbuhan konsumsi dan investasi belum terdorong.
Di luar itu, ada Eropa yang pertumbuhannya juga tidak akan bergerak maksimal karena permasalahan struktural yakni menuanya populasi penduduk.
"Tantangan bagi pemerintah ke depan adalah terus meningkatkan ekspor dan menarik lebih banyak masuk modal asing. Pemerintah harus tetap menjaga stabilitas dari gangguan eksternal," ujar Perry di Jakarta, Kamis (20/6).
Adapun, BI sudah mempertahankan suku bunga acuan di level 6% sejak November 2018. (OL-6)
BANK Indonesia Solo sediakan uang baru untuk menyambut Lebaran 2026 sebanyak Rp4,59 triliun, yang layanan pelaksanaan penukaran untuk masyarakat, akan dimulai 23 Februari-13 Maret 2026.
Ingin tukar uang baru untuk Lebaran 2026? Simak panduan lengkap cara daftar di PINTAR BI, jadwal resmi, hingga syarat penukaran paket Rp5,3 juta. Cek linknya di sini!
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
BANK Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36 persen volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional berasal dari DKI Jakarta.
Meskipun sejumlah daerah terdampak bencana hidrometeorologi, stok bahan pangan pokok di Sumbar dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
LEMBAGA pemeringkat Moody's mempertahankan sovereign credit rating Republik Indonesia pada Baa2 dan melakukan penyesuaian outlook menjadi negatif pada 5 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved