Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH akan mengevaluasi penurunan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat yang sebelumnya diputuskan oleh pemerintah sebesar 12% hingga 16%.
Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan evaluasi tersebut akan dilakukan pada pekan depan.
"Penurunan tarif batas atas itu akan dievaluasi lagi setelah Lebaran. Apakah (penurunan TBA) itu betul-betul bisa menurunkan (tarif tiket pesawat) atau perlu upaya lain?" kata Susiwijono kepada awak media saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (10/6).
Baca juga: Kemenhub Tegaskan Belum Ada Pelanggaran Batas Atas Tarif Pesawat
Ia juga mengatakan bahwa dalam evaluasi tersebut akan difokuskan pada dua hal. Pertama, mengevaluasi apakah penurunan tarif batas atas sudah cukup signifikan menurunkan harga tiket pesawat atau tidak. Kedua, mengenai struktur market yang duopoli dan termasuk mengenai pemikiran untuk mengundang maskapai asing ke dalam negeri.
"Semua akan kita evaluasi dulu. Kebijakan untuk menarik maskapai asing harus hati-hati kita pertimbangkan," katanya. (Nur)
Tiket mahal terjadi karena bertepatan memasuki libur Natal dan Tahun baru (Nataru) 2026 maka khusus penerbangan ke Medan mengalami peningkatan harga.
Budi menjelaskan karena pada saat itu memasuki libur Natal dan Tahun baru (Nataru) 2026 maka khusus penerbangan ke Medan mengalami peningkatan.
Pada semester I 2024, Garuda mencatat kerugian sebesar Rp1,54 triliun. Perseroan pelat merah itu mencatatkan pembengkakan beban usaha yang besar.
PENGAMAT penerbangan Alvin Lie berpandangan rencana pemerintah menurunkan harga tiket pesawat saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan memberatkan perusahaan maskapai.
Kemenhub masih menunggu hasil rekomendasi kebijakan tarif tiket pesawat udara terjangkau, yang masih dibahas oleh tim satgas Penurunan Harga Tiket Pesawat.
Direktur eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengungkapkan harga avtur bukanlah penyebab utama mahalnya harga tiket pesawat domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved