Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Ekonomi Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi mengungkapkan, defisit neraca perdagangan Indonesia yang mencapai 2,5 miliar dollar Amerika Serikat pada April 2019 salah satunya dipicu oleh faktor musiman.
Pemicunya adalah defisit neraca minyak dan gas (Migas) karena pemerintah ingin memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk Ramadan dan Lebaran nanti.
"Dari sisi defisit neraca migas ini sepertinya ingin memenuhi pasokan selama Ramadan dan Lebaran nanti. Dikasih cukup signifikan naiknya, terutama dari pengguna darat selepas harga tiket maskapai udara yang memang sudah cukup tinggi," kata Fithra kepada Media Indonesia, Sabtu (18/5).
Selain itu, lanjutny, kinerja ekspor rata-rata memang mengalami penurunan sehingga harus ada upaya jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang agar defisit neraca perdagangan tidak kembali membengkak pada kuartal II mendatang.
Baca juga : Subtitusi dan Ekspor Jadi Cara Tangkal Defisit Neraca Perdagangan
Sebagai upaya jangka pendek, Fithra menyarankan pemerintah untuk melakukan intervensi pada subsidi BBM karena disparitas antara harga domestik dan harga di luar negeri turut memicu demand yang berlebihan.
"Memang harus diantisipasi atau dicarikan solusinya berupa harga BBM yang dibuat lebih dekat dengan harga internasional. Mungkin tidak dicabut (subsidi) sepenuhnya, mungkin secara gradual tapi setidaknya itu bisa menurunkan tekanan dari sisi defisit neraca migas," jelasnya.
Fithra menambahkan, memotong regulasi yang berlebihan, dan mengawal kebijakan yang bisa menggenjot investasi baik di level pusat maupun di level daerah turut menjadi upaya jangka pendek memperbaiki defisit neraca perdagangan.
Sementara itu, meningkatkan ekspor dengan menguatkan industri menjadi upaya jangka menengah dan panjang yang harus dilakukan pemerintah.
"Kita memang harus menggenjot industri, menggiatkan kegiatan industri dengan secara bertahap mengurangi ongkos produksinya, dengan secara bertahap meningkatkan produktivitasnya," terangnya. (OL-8)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja positif, menguat tipis sebesar 2,68 poin.
Anjloknya harga emas pada perdagangan hari ini memberikan tekanan langsung terhadap sentimen saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG mengakhiri perdagangan Selasa sore di zona merah. Tekanan jual muncul seiring investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur dan cuti bersama Natal.
Sektor non-migas menjadi pendorong utama surplus perdagangan Batam pada September 2025, dengan mesin dan peralatan listrik (HS 85) mendominasi ekspor dengan nilai US$831,02 juta.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan pentingnya dukungan terhadap investasi asing sebagai bagian dari upaya mempercepat kemakmuran nasional.
Indonesia mendorong penyelesaian perundingan reviu ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA) pada akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved