Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH berupaya keras memperkuat pondasi ekspor nasional guna mendorong pertumbuhan ekonomi di sisa tahun ini. Salah satu pondasi yang dimaksud ialah industri pengolahan harus memiliki kapasitas dan produksi lebih besar.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan selama ini, sektor tersebut sudah berjalan dengan baik. Hanya saja belum memberikan kontribusi signifikan terhadap neraca perdagangan.
Oleh karena itu, penguatan kebijakan akan terus dilakukan terutama kepada industri prioritas yang telah berperan cukup besar terhadap ekspor seperti makanan dan minuman, elektronik, otomotif dan kimia.
"Kita tinggal dorong agar ekspornya naik. Dorong industri pengolahan ke 4.0. Itu bukan sesuati yang muluk-muluk. Sekarang memang rasanya belum klik, tapi fondasinya sudah ada," ujar Darmin di kantornya, Jumat (10/5).
Baca juga: Ekspor dan Investasi Perlu Ditingkatkan
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan industri pengolahan terhadap PDB pada kuartal pertama 2019 sebesar 3,86%. Angka yang diraih semestinya bisa lebih tinggi mengingat kontribusi sektor tersebut terhadap struktur PDB mencapai 20,07%, paling tinggi dari seluruh lapangan usaha.
Selain mendorong industri pengolahan, pemerintah juga akan mengantisipasi dampak negatif dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.
"Kalau perang dagang berkelanjutan, ekspor nonmigas Tiongkok akan melambat. Artinya, ekspor kita ke sana pasti berdampak," tuturnya.(OL-5)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved