Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT ini, seluruh instansi pemerintah yang terkait sektor pangan terus berupaya meredam lonjakan harga komoditas hortikultura terutama bawang merah dan bawang putih. Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi mengungkapkan pihaknya telah melaksanakan operasi pasar di beberapa titik sebelum Ramadan tiba.
Menurut Agung, upaya yang dilakukan melalui operasi pasar dan gelar pangan murah yang menjual bawang putih mampu mengerek harga sehingga terus turun. Kendati demikian, ia mengatakan efek positif tidak bisa langsung dirasakan. Butuh beberapa hari agar harga betul betul kembali ke level normal.
“Selain dari sisi produksi, persoalan juga datang dari sisi distribusi. Tetapi pemerintah sudah bergerak dan kita harap akan berangsur turun dalam beberapa hari terakhir,” ujar Agung di Jakarta, Rabu (8/5).
Berdasarkan pantauan di Pasar Palmerah, harga bawang merah memang sudah berangsur turun dari Rp40 ribu per kilogram (kg) pekan lalu menjadi Rp35 ribu per kg. Namun, harga bawang putih masih stabil tinggi hingga Rp50 ribu per kg. Agung mengatakan lonjakan yang saat ini terjadi karena permintaan pangan sangat tinggi. Namun, itu sifatnya hanya sesaat dan akan kembali pulih dalam waktu dekat.
Sementara itu, terkait ekspor bawang merah yang menyebabkan kurangnya pasokan di dalam negeri, pihak Kementerian Perdagangan mengaku tidak dilibatkan. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengungkapkan ekspor pangan bisa dilaksanakan asalkan kementerian teknis terkait, dalam hal ini Kementan, sudah memastikan ketersediaan pasokan dalam kondisi aman.
“Kalau untuk ekspor memang kita mudahkan karena semangatnya untuk menarik devisa,” ujar Oke, Rabu (8/5).
Jadi, lanjutnya, jika Kementan berani mengambil keputusan ekspor, itu berarti mereka sudah memastikan bahwa barang di dalam negeri tersedia dalam jumlah besar. “Karena yang tahu berapa banyak produksi itu Kementan,” lanjutnya.
Sebelumnya pengamat ekonomi Universitas Indonesia Fithra Faisal mengkritik kebijakan Kementan yang mengeks-por bawang merah. Menurut dia, jika bisa sampai melaksanakan ekspor, seharusnya ada stok yang berlebih di dalam negeri. Kenyataannya, di berbagai daerah barang tidak ada sehingga membuat harga melambung. (Pra/E-2)
Petani memanen bawang merah saat panen raya akhir tahun di Gondang, Nganjuk, Jawa Timur.
Petani memeriksa instalasi lampu perangkap hama di Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur.
Selain beras dan minyak, bawang merah juga masuk kategori tiga besar bahan pokok yang sering mengalami inflasi.
Bawang merah juga mengalami penurunan Rp3.833 dari Rp47.667 menjadi Rp43.834/kg. Sementara bawang putih turun Rp1.000 dari Rp34.317 menjadi Rp33.317/kg.
Dari pengamatan di lapangan, cabai hijau bahkan ada yang dijual Rp60.000 per kilogram. Harga cabai saat ini dinilai cukup mahal dan jauh di atas harga keekonomiannya
Harga bawang merah turun dari sebelumnya Rp56.667 per kilogram, turun sebesar Rp12.500 menjadi Rp44.167/kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved