Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
REVOLUSI digital jadi salah satu tantangan besar yang dihadapi industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Hal itu disampaikan Direktur Penelitian dan Pengaturan BPR, Ayahandayani.
Dengan perkembangan teknologi, semua hal dituntut untuk serba cepat dan praktis.
"Saat ini semua langsung bisa dipegang dengan handphone, bisa melakukan transaksi. Pola belanja berubah jadi e-commerce. Sehingga BPR mau tidak mau menghadapi tantangan dengan perkembangan teknologi saat ini," kata Ayahandayani dalam acara Pelatihan Media dan Gathering Otoritas Jasa Keuangan di Bandung, Jumat (3/5).
Baca juga: Tingkatkan Penetrasi,Bank Universal BPR Gencarkan Ajang Komunitas
Di samping itu, pihaknya melihat ada tantangan yang muncul dari persaingan dengan lembaga keuangan lainnya, seperti ketentuan Bank Umum untuk penyaluran kredit kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menjadi irisan pasar dengan BPR.
"Program pemerintah untuk kredit usaha rakyat (KUR), suku bunganya sangat rendah. Tentu saja beririsan dengan pasar BPR," imbuhnya.
Untuk itu, dirinya mengatakan BPR akan senantiasa mengimbangi pelayanan dengan perkembangan teknologi yang ada.
"Dulu dengan hubungan pendekatan baik, tapi harus diimbangi dengan perkembangan teknologi. BPR harus menyadari pola perilaku kebutuhan masyarakat sudah mulai berubah," tukasnya.(OL-5)
Laporan Kaspersky mengungkap lonjakan tajam serangan Trojan perbankan Android sebesar 56% pada 2025. Simak tren ancaman dan cara melindungi data keuangan Anda.
OJK mencatat ketahanan permodalan berada pada level yang sangat kuat, memberikan ruang ekspansi sekaligus bantalan risiko yang memadai
Pentingnya penerapan prinsip pengenalan nasabah yang mendalam.
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menegaskan kinerja intermediasi perbankan tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga.
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, program loyalitas menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan dana pihak ketiga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved