Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Hasil Quick Count Pilpres Sesuai Ekspektasi Investor

Nur Aivanni
18/4/2019 19:44
Hasil Quick Count Pilpres Sesuai Ekspektasi Investor
Pergerakan harga saham di Mandiri Sekuritas(Antara/Andhika Wahyu)

PENELITI Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Abra Talattov mengatakan, hasil hitung cepat (quick count) Pilpres 2019 oleh beberapa lembaga survei yang mengunggulkan Paslon Nomor Urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin sesuai dengan ekspektasi investor.

Hal tersebut nampak dari beberapa indikator ekonomi yang positif selang sehari usai pelaksanaan Pemilu 2019.

"Nilai tukar Rupiah menguat dibanding sebelum pemilu. Ini meneguhkan bahwa memang ekspektasi investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia paska pemilu ini akan semakin kuat," katanya saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (18/4).

Para investor, sambung dia, berharap ada keberlanjutan kebijakan dari berbagai aspek oleh pemerintah ke depannya.

Indikator lainnya, kata Abra, pasar modal yang juga nampak positif dengan menguatnya IHSG. Sinyal positif pun, sambung dia, datang dari investor asing yang tercermin dari beli bersih (net buy) sekitar Rp 1,2 triliun.

"Itu juga menggambarkan ada sentimen positif dari investor asing," katanya.

Baca juga : Investor Harap Ada Keberlangsungan Bisnis dan Investasi

Ia pun memprediksi sentimen positif tersebut akan terus berlanjut hingga Senin pekan depan. Asalkan, katanya, tidak ada kejadian luar biasa yang kemudian terjadi.

Secara terpisah, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan bahwa hasil hitung cepat yang mengunggulkan Jokowi-Amin memang diapresiasi positif oleh pasar.

Namun, menurut dia, respons tersebut hanya sementara dari hasil pilpres. "Saya kira bisa kembali terkoreksi minggu depan," katanya.

Ada beberapa pertimbangan mengapa respons positif pasar tidak akan berlanjut hingga pekan depan. Pertama, kata Piter, unggulnya Jokowi-Amin dari Paslon Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih berdasarkan hasil quick count yang belum resmi.

"Paslon 02 bahkan malam ini masih mengklaim kemenangan. Jadi belum official dan ada kemungkinan berlanjut ke gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Jadi investor masih akan menunggu," kata Piter.

Kedua, kata dia, kalaupun nanti hasil resmi KPU menetapkan Jokowi-Amin sebagai pemenang, potensi gangguan masih tetap ada jika Paslon 02 tetap tidak menerima hasilnya.

"Ketiga, kalau KPU sudah resmi menetapkan Jokowi pemenang dan Prabowo menerima, Rupiah masih tetap dipengaruhi juga oleh kondisi global. Kalau globalnya tetap dovish Rupiah dalam jangka menengah panjang berpotensi menguat," tandasnya. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya