Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani berharap kerja sama antara PT WIKA (Persero)Tbk dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank untuk membangun proyek perumahan di Aljazair bisa berdampak baik bagi perekonomian Indonesia.
"Kita memiliki neraca dagang yang negatif, karena Aljazair adalah negara pengekspor minyak dan gas termasuk yang cukup penting di dunia, kita mengimpor dari Aljazair, sehingga dengan adanya kegiatan ekspor jasa termasuk konstruksi ini akan bisa mengurangi defisit transaksi perdagangan antara Indonesia dengan Aljazair," katanya di Jakarta, Rabu (27/3).
Skema National Interest Account (NIA) untuk proyek pembangunan perumahan bersubsidi di Aljazair, lanjut Sri Mulyani, adalah langkah melakukan peningkatan kapasitas dari perekonomian dan industri agar tembus pasar internasional melalui dukungan dari LPEI baik sektor manufaktur maupun jasa.
"Untuk sektor manufaktur, seperti kita ketahui negara-negara yang dituju Afrika, Asia Selatan maupun Timur Tengah merupakan pasar nontradisional yang masih tumbuh tinggi," tuturnya.
Baca juga: Pertamina Promosi Produk di Pameran Migas di Aljazair
Negara-negara tersebut, sambungnya, adalah negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi cukup tinggi. Jika Indonesia bisa masuk ke pasar nontradisional bisa memberikan posisi yang kompetitif di negara-negara tersebut.
Ia pun berharap skema NIA ke depannya bisa meningkatkan daya kompetisi dari perusahaan-perusahaan di Indonesia.
"Seperti disampaikan WIKA, mereka akan memiliki percaya diri yang lebih untuk masuk dan memenangkan bidding. Saya harap perusahaan di Indonesia makin meningkatkan kemampuan untuk hadir di pasar internasional," terangnya.
Sebelumnya diberitakan, LPEI/Indonesia Eximbank memberikan pembiayaan berupa Kredit Modal Kerja Ekspor (KMKE) Kepada PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) melalui skema National Interest Account (NIA) untuk proyek pembangunan perumahan bersubsidi di Aljazair.
WIKA mendapatkan kepercayaan dari pemerintah Aljazair untuk proyek pembangunan 1.700 unit rumah bersubsidi (logement) di Baraki dan El-Harrach wilayah Algier. Sekaligus, 2.250 unit di Ain Defla dan Khemis Miliana wilayah Blida. Dua proyek tersebut bernilai US$100 juta. Sementara, pembangunan proyek tersebut yang dibiayai oleh LPEI hanya sebesar Rp187,7 miliar.(OL-5)
Banyak perumahan gagal dihuni akibat minim infrastruktur dasar. Wamen PU menegaskan hunian harus terintegrasi, akademisi sebut kumuh akibat sistem.
The HUD Institute mengingatkan pemerintah bahwa persoalan perumahan nasional tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan proyek semata
The HUD Institute meninjau perencanaan kota mandiri di tengah dorongan pembangunan perumahan dan menyoroti pentingnya integrasi tata ruang regional.
Ekspansi proyek perumahan nasional dan percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) membuka peluang besar bagi industri penyedia material mechanical, electrical & plumbing (MEP).
Kita harus memastikan rumah yang dibangun aman dan berkelanjutan.
Backlog kepemilikan rumah mencapai 9,87 juta unit. Beberapa sumber lain bahkan menyebutkan angka hingga 10,9 juta atau 15 juta unit,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved