Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perdagangan secara resmi meluncurkan gelaran Trade Expo Indonesia ke-34 pada Senin (25/3). Mengusung tema Moving Forward to Serve the World, TEI 2019 menjadi peluang bagi para pebisnis yang hendak melebarkan sayap ke pasar global.
Tidak hanya itu, mereka juga bisa menarik investor untuk menanamkan modal di lini bisnis yang dijalani.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda mengungkapkan saat ini seluruh pihak akan mulai menyiapkan berbagai hal untuk mendukung kesuksesan penyelenggaraan pameran perdagangan terbesar se-Indonesia tersebut.
"Semua kementerian lembaga akan bersinergi untuk mendatangkan lebih banyak buyer dan menciptakan transaksi yang lebih besar. Kami dorong Kementerian Luar Negeri untuk memfasilitasi, membawa lebih banyak pebisnis dari luar negeri ke TEI," ujar Arlinda di kantornya, Jakarta, Senin (25/3).
Baca juga: Produk Ekspor Kian Beragam, Transaksi TEI Fantastis
TEI 2019 akan menampilkan berbagai produk dan jasa potensial seperti kuliner, makanan dan minuman, furnitur, dekorasi rumah, kerajinan dan masih banyak lagi.
"Kami akan terus menyempurnakan setiap penyelenggaraan TEI dari tahun ke tahun sehingga capaian transaksi akan lebih maksimal," ungkapnya.
TEI 2019 akan dihelat di Indonesia Convention Exhibition BSD, Tangerang, Banten pada 16-20 Oktober mendatang.(OL-5)
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved