Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Februari 2019 sebesar US$12,53 miliar. Angka tersebut lebih rendah 10,03% dari capaian di Januari yang kala itu mencapai US$13,93 miliar.
Penurunan itu disebabkan merosotnya ekspor nonmigas dari US$12,69 miliar menjadi US$11,4 miliar dan juga pelemahan ekspor migas dari US$1,23 miliar menjadi US$1,09 miliar.
Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, setiap tahun, pergerakan ekspor dari Januari ke Februari memang selalu mengalami pelemahan. Tren itu terjadi karena jumlah hari pada bulan kedua selalu lebih sedikit dibandingkan bulan pertama.
"Walaupun cuma selisih tiga hari, untuk kinerja ekspor impor itu sangat berpengaruh," ujar Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Jumat (15/3).
Baca juga: Surplus Neraca Perdagangan Jadi Energi Penguatan Rupiah
Dirinci secara per sektor, kinerja ekspor Februari masih ditopang nonmigas dengan kontribusi 91% senilai US$11,44 miliar. Sementara, sektor migas hanya menyumbang US$1,09 miliar.
Lebih dalam, subsektor nonmigas yang berperan paling besar adalah industri pengolahan yang mencapai US$9,41 miliar, disusul pertambangan dan lainnya senilai US$1,8 miliar dan pertanian US$0,23 miliar. (OL-3)
Tiongkok menjadi negara utama ekspor beberapa komoditas unggulan industri pengolahan seperti hasil olahan minyak kelapa sawit, hasil olahan nikel dan lainnya.
Amalia menjelaskan bahwa inflasi tahunan tarif listrik pada Maret 2026 mencapai 26,99%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan pada Maret 2026 sebesar 3,48%. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan Maret 2025 yang hanya sebesar 1,03%.
BPS mencatat inflasi Maret 2026 sebesar 0,41% secara bulanan. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi.
DALAM lima tahun terakhir, harga beras di tingkat konsumen terus naik.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Februari 2026 secara tahunan (yoy) tercatat sebesar 4,76%, berbanding terbalik dengan kondisi Februari 2025 yang mengalami deflasi 0,09%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved