Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Transformasi Bisnis Bantu HK Raih Kinerja Posiitif

Andhika Prasetyo
08/3/2019 11:30
Transformasi Bisnis Bantu HK Raih Kinerja Posiitif
(MI/USMAN ISKANDAR)

PT Hutama Karya (HK) menargetkan angka pendapatan sebesar Rp34,32 triliun pada tahun ini. Jumlah tersebut lebih tinggi 29,3% dari realisasi sepanjang 2018 yang kala itu hanya membukukan Rp26,54 triliun.

Dengan pendapatan sebesar itu, perseroan menetapkan target laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization/EBITDA) Rp5,27 triliun, tumbuh 61,6% dari rahun sebelumnya yang hanya Rp3,26 triliun.

Bahkan, proyeksi tahun ini, lebih tinggi 700% dari capaian EBITDA 2016 yang kala itu baru sebesar Rp730 miliar.

Pertumbuhan kinerja secara signifikan itu tidak terlepas dari transformasi bisnis yang dialami perseroan. Perusahaan yang sebelumnya hanya bergerak di bidang konstruksi, kini melebarkan sayap menjadi pengembang infrastruktur sekaligus operator jalan tol.

Baca juga: Infrastruktur Ciptakan Pertumbuhan dengan Inflasi Rendah 

Salah satu proyek besar yang tengah dibangun HK adalah Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

“Penugasan JTTS berdampak positif pada kinerja HK. Selama lima tahun terakhir, pendapatan dan laba selalu mengalami peningkatan," ujar Direktur Keuangan HK Anis Anjayani melalui keterangan resmi, Jumat (8/3).

Saat ini, HK bersama lembaga-lembaga dan Kementerian Keuangan tengah mengembangkan berbagai skema pembiayaan yang inovatif untuk menyukseskan pembangunan JTTS.

Dalam kurun 2015-2019, pemerintah telah mengalokasikan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang jumlahnya menyentuh Rp16,1 triliun hingga 2019. Selain itu, pemerintah juga memberikan penjaminan atas pinjaman HK yang angkanya mencapai Rp54,9 triliun.

Selain PMN dan penjaminan, pemerintah juga memberikan dukungan konstruksi.

Secara rinci, Anis menjabarkan dukungan konstruksi untuk ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 80 km diberikan sebesar Rp8,37 triliun dan Kuala Tanjung-Tb Tinggi-Parapat sepanjang 50 km senilai Rp7,74 triliun.

"Selama empat tahun terakhir, pengembangan JTTS oleh HK telah mencapai 393 km. Tahun ini, HK merencanakan pembangunan sepanjang 188 km, sehingga total yang terbangun hingga 2019 diproyeksikan mencapai 581 km," tandasnya  (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya