Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
LABA bersih PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) sepanjang 2018 merosot 42,6%n dari semula Rp1,9 triliun pada 2017 menjadi Rp1,09 triliun pada 2018. Penurunan laba bersih ini lantaran tingginya persaingan bisnis retail di Indonesia.
Meski demikian, dalam laporan keuangan LPPF masih mencatat peningkatan penjualan kotor sebesar Rp17,9 triliun atau naik sebanyak 2,1% dibandingkan dengan posisi Rp17,5 triliun pada 2017. Sementara pendapatan bersih meningkat sebanyak 2,2% menjadi Rp10,2 triliun.
CEO dan Wakil Presiden Direktur Matahari Department Store Richard Gibson mengatakan secara keseluruhan bisnis perusahaan tumbuh meskipun banyaknya persaingan bisnis terutama pada retailler offline dan online.
"Terdapat tantangan kompetisi yang meningkat dari retailer lain, baik offline maupun online," kata Richard, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (5/3).
Baca juga: 5 Tren Ini Diprediksi bakal Terjadi pada Dunia Ritel 2019
Richard menjelaskan bisnis ritel di Indonesia terus berkembang dengan cepat. Oleh karena itu, kedepannya LPPF akan menyiapkan strategi untuk tetap menyediakan fashion berkualitas dengan harga terjangkau untuk target kami pada segmen menengah.
"Kami melihat pertumbuhan yang kuat dalam bisnis online kami di matahari.com, dan akan terus memperkuat solusi Omni-channel kami," ucap dia.
Selain itu, LPPF juga akan memperbaiki tata letak dan format gerai. Saat ini, LPPF mengoperasikan 159 gerai di 75 kota di seluruh Indonesia. Rencanya LPPF akan membuka 4-6 gerai tahun ini. (Medcom/OL-3)
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan bahwa rating Moody's tidak berdampak terhadap kinerja kredit bank yang dipimpin oleh Hendra Lembong tersebut.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina, kembali menorehkan capaian positif di kancah internasional.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang 2025. Per Desember 2025, perseroan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp318,84 triliun.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat kinerja keuangan yang solid di sepanjang 2025. Perseroan mencatat pertumbuhan kredit mencapai 15,9% secara tahunan.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Anggota Komisi VI DPR RI, Christiany Eugenia Tetty Paruntu, menyoroti penataan manajemen dan arah transformasi baru Garuda Indonesia pascapengangkatan direksi baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved